Fakultas Kehutanan Untan Temukan Alat Pengukur Karbon Tanpa Tebang Pohon

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Fakultas Kehutanan menyumbangkan karyanya berupa alat yang disebut Untan Tree Biomass Carbon Meter (UBKM) pada Launching Jurnal dan Publikasi Karya Dosen Universitas Tanjungpura Gedung Rektorat Untan lantai 3, pada Selasa (9/5) pagi.

Wakil Dekan I Fakultas Kehutanan Untan, Dr Farah Diba SHut MSi yang mempresentasikan alat ini mengatakan, bahwa UBKM ditemukan oleh Dekan Fakultas Kehutanan, Dr Ir Gusti Hardiansyah MSc.

Ini adalah alat pertama di dunia yang berfungsi untuk menghitung jumlah karbon yang ada di pohon tanpa harus menebangnya terlebih dahulu.

“Pohon itu kan banyak menyimpan karbon ya, jadi dengan banyaknya pohon berarti akan mengurangi panas di bumi. Tapi untuk mengukur berapa banyak karbon yang disimpan pohon selama ini kita harus menebang pohonnya terlebih dahulu baru kemudian ditimbang dan dimasukkan kedalam rumus untuk menghitung kandungan karbonnya,” jelasnya.

Ia melanjutkan, cara kerja alat ini cukup hanya dengan mengukur diameter pohon dengan alat tersebut yang kemudian akan didapati angka alomatrik lalu dimasukkan kedalam rumus. Setelah itu akan langsung didapatkan hasil kandungan karbon yang ada di pohon tersebut.

Namun secanggih-canggihnya alat ia masih memiliki kelemahan, yaitu diameter pohon yang dapat diukurnya berkisar 35-40 cm. Mengatasi hal ini, Farah mengatakan telah dilakukan pengembangan lebih lanjut dengan menggunakan alat pengukur digital. Dengan alat ini, lanjut farah, diameter pohon yang diukur bisa lebih besar dengan jarak 2-3 meter, karena pengukurannya menggunakan sinar laser.

“Apalagi hutan gambut di Kalbar yang sangat padat dan kita agak sulit untuk masuk ke dalam, dengan alat digital ini akan sangat membantu sekali,” ujarnya.

UBKM mendapat apresiasi dalam pengenalannya di forum dunia oleh para kreatornya sejak ditemukan 2014 silam. Alat ini juga telah mendapatkan nomor registrasi paten pada 2016.

(Imam/Muh)

Related Posts