Bea Cukai Sintete Hibahkan Gula dan Beras ke Warga Perbatasan

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Sintete, Achmat Wahyudi menjelaskan berdasarkan Border Trade Agreement (BTA) RI-Malaysia 1970, masyarakat di wilayah tertentu di perbatasan.

“Dalam undang-undang Kepabeanan disebut dengan Pelintas Batas. Mendapatkan fasilitas fiskal secara khusus untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dari Malaysia,” terangnya, Kamis (11/5).

Namun ditegaskannya, jangan sampai melebihi dari jumlah yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-188/ PMK.04/2010 yaitu senilai 600 RM per bulan untuk setiap orang, serta jangan sampai keluar dari wilayah yang sudah ditentukan.

“Karena apabila barang tersebut melebihi dari yang diperbolehkan, maka atas kelebihannya berlaku ketentuan impor umum, dan dalam ketentuan impor umum, barang tersebut termasuk barang-barang dalam kategori larangan atau pembatasan,” ujarnya.

Dikatakan menurut undang-undang Kepabeanan, barang-barang larangan dan pembatasan tersebut ditetapkan sebagai barang dikuasai Negara, dan selanjutnya ditetapkan sebagai barang milik negara.

Karena telah di tetapkan sebagai barang milik negara, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Sintete, telah menghibahkan barang milik negara Eks Kepabeanan berupa 700 Kg beras, 1.932 kg gula, 64 Liter minyak goreng dan 10 kg tepung terigu asal Malaysia yang berasal dari beberapa kali penindakan petugas Bea Cukai yang disalurkan melalui Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas.

Hibah barang hasil penindakan tersebut dikemukakan Achmat Wahyudi, bertujuan untuk meringankan beban kehidupan masyarakat.

“Kami mempertimbangkan pemanfaatannya, agar dapat dihibahkan untuk kepentingan sosial. Dengan terbitnya surat persetujuan dari Kepala KPKNL Singkawang atas nama Menteri Keuangan, Selasa (9/5) kemarin telah kita hibahkan barang-barang tersebut kepada masyarakat kurang mampu di desa Sebunga dan desa Kaliau melalui Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas,” terang Achmat Wahyudi.

(Gindra/Faisal)

Related Posts