Sejumlah Daerah Tolak Aksi Sejuta Lilin

Thetanjungpuratimes.com -Sejumlah daerah di Indonesia melakukan penolakan aksi bakar lilin yang dilakukan oleh pendukung Ahok.

Seperti yang terjadi di Makassar dimana salah satu kelompok Ormas Islam  membubarkan paksa aksi warga yang menyalakan lilin di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/5).

Aksi penyalaan lilin warga Makassar yang berasal dari beragam etnis dan agama sebagai simbol perdamaian itu dihentikan paksa oleh massa FPI karena dianggap tidak berizin.

Aksi sejuta Lilin juga dibubarkan secara paksa di Bandung oleh pihak kepolisian setempat, karena massa yang menyalakan lilin melakukan aksi hingga malam hari, dan akis itu dibubarkan lantaran izin yang diberikan untuk massa ahiker yang menyalakan lilin sudah habis.

Di Batam, sksi bakar lilin yang dilakukan oleh ratusan pro Ahok di sekitar lapangan Welcome to Batam (WTB) Kamis (11/5) malam, sempat terjadi ketegangan.

Masyarakat Batam menolak keras aksi tersebut, dengan alasan bisa menganggu ketentraman dan memecah belah kerukunan beragama di Batam yang kental dengan budaya Melayu. Sehingga mengakibatkan ada gesekan antara peserta aksi dan masyarakat yang menolak.

“Ini Batam bukan Jakarta, die (peserta Aksi) harus ingat ini, kalau jakarta boleh buat, itu ade die (Ahok) pemimpin Jakarta. Sistem begini udah tidak etis ini. sekate-kate sudah main kelompok, main suku ini, kite tak ndak! (menolak), ini budaya Melayu,” ujar salah satu masyarakat yang menolak kegiatan tersebut.

Aksi bakar lilin yang dilakukan oleh Ahoker juga sempat menjadi viral di media sosial, lantaran aksi itu menyisakan kerak bekas bakar lilin, sehingga membuat kotor lokasi yang dijadikan aksi bakar lilin.

Selain itu, kerak bekas bakar lilin membuat orang harus mengalami kecelakaan, karena bekas kerak lilin yang menodai jalanan membuat sejumlah pengendara terjatuh dari motor lantaran kerak lilin yang licin.

Yang membuat miris masyarakat adalah dikarenakan aksi tersebut dilakukan saat masjid mengumandangkan azan untuk sholat Isya.

Aksi bakar lilin di sejumlah daerah terjadi lantaran massa pendukung Ahok merasa kecewa dengan vonis hakim yang memutuskan 2 tahun penjara kepada gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Untuk di Kalbar, aksi bakar lilin juga akan direncanakan pada Rabu (14/5) malam ini di bundaran taman Digulis, masyarakat Kota Pontianak berharap agar kegiatan itu berlangsung aman dan kondusif.

“Saya berharap agar kegiatan itu berjalan kondusif, namun saya merasa heran mengapa masalah di Jakarta sampai di bawa ke Pontianak,” ungkap satu diantara warga Pontianak, Dedi Gustiar.

(**)

Related Posts