Desa Serimbu Tolak Organisasi Radikal

Landak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Desa (Kades) Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Mustari, menegaskan, menolak organisasi radikal masuk di desa yang ia pimpin. Pernyataan tersebut diungkapkan Mustari untuk menyikapi situasi dan kondisi Kalbar yang saat ini terjadi.

“Saya lihat itu sudah menyangkut ke SARA. Makanya kami, warga khususnya Desa Serimbu dengan tegas menolak organisasi yang berpaham radikal masuk di desa kami khususnya dan Landak serta Kalbar umumnya. Kami tidak mau diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” ujar Mustari.

Kepada masyarakat Desa Serimbu ia juga berharap tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang saat ini.

“Mari kita junjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan kita tanpa membedakan agama dan suku atau golongan,” katanya.

Ia menjelaskan, masyarakat di Desa Serimbu memang beraneka ragam agama dan suku.

“Selama ini masyarakat Desa Serimbu tetap sudah lama menjalin kekeluargaan yang cukup baik. Kami sudah menyatu antar agama dan etnis. Oleh karena itu kami dari Desa Serimbu menolak ormas-ormas radikal yang bertentangan dengan NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945 masuk ke daerah kami,” tegasnya.

Mustari mengimbau kepada semua masyarakat Desa Serimbu supaya tidak terpengaruh dengan hal-hal yang bersifat provokatif dan berbau SARA.

“Kita lihat komentar para netizen di medsos sudah berbau SARA dalam mengomentari kondisi Kalbar yang saat ini terjadi. Kita harus berhati-hati dalam menyikapi hal-hal seperti itu,” ingatnya.

Ia mempunyai usul supaya di Desa Serimbu khususnya dan Kecamatan Air Besar pada umumnya membentuk suatu forum lintas agama dan lintas etnis.

“Selama ini setiap ada kegiatan-kegiatan di Desa Serimbu, masyarakat Desa Serimbu tetap bergotong royong tanpa membedakan agama, suku dan golongan,” terangnya.

(NY/Muh)

Related Posts