Sejumlah Harga Barang di Sekadau Mengalami Kenaikan

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Jelang ramadan 1438 hijriah, sejumlah harga barang mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan sejumlah harga barang itu terjadi sejak sepekan hingga dua pekan terakhir. Meski beberapa barang lainnya yang dijual oleh pedagang masih relatif stabil.

Salah seorang pedagang di Pasar Flamboyan, Kota Sekadau, Heri, menuturkan, kenaikan sejumlah harga barang memang terjadi, terlebih jelang ramadan. Namun, kata dia, kenaikan tersebut memang terjadi sejak dua minggu terakhir.

Ia mengatakan, kenaikan tersebut terjadi pada bawang putih yang kini dijual Rp7 ribu per ons. Padahal, kata dia, sebelumnya harga bawang putih tersebut dijual dengan harga Rp45 ribu per kilogram.

Heri mengatakan, selain itu harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Kini harga telur tersebut menyentuh Rp45 ribu per krat yang sebelumnya dijual Rp38 ribu per krat.

“Kalau bawang putih naiknya sudah dua minggu ini, sedangkan harga telur naiknya kurang lebih seminggu terakhir. Kalau barang-barang masih stabil,” ujarnya, pada Sabtu (20/5).

Dikatakan Heri, tidak menutup kemungkinan harga barang akan mengalami kenaikan jelang puasa maupun lebaran nanti. Hanya saja, kata dia, kenaikan tersebut tentu tergantung dengan stok barang-barang tersebut.

“Pasokan lancar. Memang beberapa jenis barang sudah naik, tapi masih ada yang stabil,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Sekadau, Hironimus, mengatakan, bardasarkan hasil survei yang telah dilakukan bidang perdagangan untuk bahan pokok stoknya mencukupi menghadapi ramadan dan lebaran. Namun, kata dia, biasanya akan ada kenaikan harga barang. Hal itu, kata dia, disebabkan terjadinya permintaan atau pun keperluan yang cukup tinggi.

“Bahkan sekarang sudah ada beberapa jenis barang yang sudah naik, seperti bawang,” tuturnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada para pedagang agar tidak menimbun barang. Hal itu untuk mencegah terjadinya kelangkaan barang yang menyebabkan harga barang melambung tinggi.

“Kepada masyarakat  diharapkan untuk membeli barang tidak secara berlebihan. Tetapi belilah barang sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan,” pungkasnya.

(Yahya/Muh)

Related Posts