Delapan Tips Terhindar Sengatan Sinar Matahari Saat Traveling

Thetanjungpuratimes.com – Musim panas sering dimanfaatkan bagi banyak wisatawan untuk berlibur. Meski cerah dan baik untuk berbagai kegiatan, musim panas tentu membuat Anda terpapar sinar ultraviolet lebih banyak dan sering.

Panas yang berlebihan juga membuat tubuh menjadi sangat sulit untuk menjaga tekanan darah. Lingkungan panas bisa membuat Anda merasa terangsang dan mengalami dehidrasi; Dan paparan sinar matahari yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan suhu tubuh naik tak terkendali.

Sengatan panas, yang juga dikenal sebagai sengatan matahari, juga merupakan keadaan darurat medis yang kadang bisa berakibat kematian. Heatstroke dapat menyebabkan gangguan utama pada sistem saraf pusat, kulit kering, denyut nadi cepat dan berhentinya keringat.

Dengan kenaikan suhu, ada kemungkinan tubuh mengalami mual, pusing, kesulitan bernafas, hipertensi, detak jantung cepat dan kejang.

Jika Anda bepergian di tempat yang memiliki suhu tinggi, ikuti beberapa tips berikut untuk mencegah Anda dari gejala  sengatan matahari. Berikut adalah beberapa cara terbaik untuk mencegah sengatan matahari saat bepergian.

Tetap terhidrasi

Bukan berarti Anda harus minum delapan gelas air putih per hari. Anda juga bisa menjaga tubuh tetap terhidrasi dari makanan lain, karena hampir 20 persen H20 juga berasal dari makanan padat seperti buah dan sayuran. Pastikan untuk memuaskan dahaga Anda dengan makanan dan minuman hidrasi tertentu. Seperti air kelapa, iirisan tomat, bahkan semua buah beri-berian bagus untuk menghidrasi.

Seperti raspberry, blackberry, blueberry hingga stroberi. Di sisi lain, mentimun, lobak, serta semangka juga mengandung air yang tinggi yang bisa Anda konsumsi selama bepergian.

Pakailah baju longgar

Semakin longgar pakaian Anda saat bepergian, semakin baik bagi kulit Anda untuk bernafas. Selalu pilih kain yang ringan dan hindari yang tipis. Kain ringan tidak akan pernah melekat pada tubuh Anda saat Anda mulai berkeringat. Cobalah beralih pada bahan seperti linen, dan katun, karena kain ini lebih membuat Anda bernafas daripada rayon atau poliester.

Pilih baju warna terang

Pilihlah warna-warna terang untuk bepergian saat berlibur di musim panas. Warna gelap bisa menyerap lebih banyak cahaya dan ini akan membuat Anda merasa jauh lebih panas. Di sisi lain, palet warna terang akan memantulkan cahaya dan akan membuat Anda tetap dingin sepanjang musim panas.

Dengarkan tubuh Anda

Hati-hati saat merencanakan berolahraga di tengah suhu hangat, Anda mungkin berisiko mengalami gejala sengatan matahari, jadi pastikan untuk mendengarkan tubuh Anda. Jika Anda mengalami pusing, merasa mual atau mengalami kesulitan bernafas, maka segera hentikan aktivitas fisik Anda dan istirahat.

Mandi air panas

Mandi air panas bagus jika Anda ingin menurunkan suhu tubuh. Mandi air panas juga bisa membilas kotoran atau debu dan sel kulit mati, sehingga kulit terasa lebih ringan dan dingin. Sebaliknya, meski mandi air dingin bisa membuat Anda merasa lebih baik dan terasa menyegarkan, terutama saat Anda bepergian di musim panas, namun tubuh Anda akan bereaksi buruk, karena bisa menaikkan suhu dalam tubuh.

Tutupi diri Anda dari sinar UV

Mengenakan topi atau syal bisa melindungi kulit Anda dari sinar UV. Cobalah untuk mengambil aksesoris ini ke manapun Anda pergi, terutama saat Anda melangkah keluar rumah. Menggunakan payung juga dapat membantu Anda mengurangi paparan sinar matahari.

Jangan abaikan tabir surya

Tidak peduli berapa lama Anda bertahan di bawah sinar matahari, Anda perlu menerapkan tabir surya secara hati-hati ke seluruh tubuh Anda. Tabir surya dapat menghalangi sinar ultraviolet dari sinar matahari, yang mencegah kanker kulit. Orang dewasa harus memilih tabir surya tidak kurang dari SPF15, sementara anak-anak harus menggunakan tabir surya tidak kurang dari SPF30 untuk musim panas yang sehat dan melindungi kulit.

Hindari makanan pedas atau rempah

Jika tingkat rempah di dalam makanan Anda tinggi, ini bisa membuat Anda merasa terlalu panas. Biasanya panas berasal dari cabai atau bumbu pedas lainnya. Makan makanan pedas selama perjalanan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan berbahaya bagi pencernaan Anda juga.

(Boldsky/Suara.com/dsdespi)

Related Posts