Jelang Ramadhan, Pol PP Ketapang Panggil Pemilik Tempat Hiburan Malam

Ketapang, thetanjungpura.times.com -Satuan Polisi Pamong Praja Ketapang telah dilaksanakan Sosialisasi Menjelang Bulan Suci Ramadhan yang dipimpin oleh Kepala Satuan Pol PP dengan dihadiri oleh sekitar 50 orang yang merupakan pengelola tempat hiburan malam.

Kasat Pol PP Ketapang menjelaskan maksud dan tujuan menghadirkan pengelola hiburan malam agar kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Ketapang berjalan dengan langgeng, baik, tertib aman dan terkendali.

“Selain itu sudah barang tentu menjelang bulan suci Ramadhan ini pemilik rumah makan, dan pemilik cafe saling hormat menghormati saat bulan suci Ramadhan,” terangnya, Kamis (25/5).

Menurutnya, rezeki itu perlu di cari tapi rezeki yang bagaimana yang dapat memberikan nafkah untuk anak istri yang wajar, yang pas dan pantas, sehingga kehidupan kekeluargaan bermasyarakat itu berjalan dengan baik.

“Saya sebagai pribadi untuk menutup.selama bulan suci Ramadhan rasanya tak sampai hati. Tapi kalau dimungkinkan itu karena untuk kepentingan masyarakat ramai dan dinas ya apa boleh,” tuturnya.

Artinya bulan suci Ramadhan ini sebagai orang muslim melaksanakan ibadah, dan yang bukan muslim saling toleransi dan menghargai sehingga semua itu berjalan dengan baik dan lancar.

Dalam Iimbauan Bupati Ketapang terutama dipoint 7 dikatakan bagi pemilik Cafe, tempat hiburan malam, dan pemilik warnet agar tutup pada siang hari, dan buka mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 00.00 WIB.

“Saya sebagai Kepala Satuan Pol PP sebagai orang yang menertibkan Perda di Kabupaten Ketapang, apabila sudah saya sampaikan begini informasinya, maka kewajiban bapak-bapak ibu-ibu untuk mentaatinya. Apabila tidak taak akan ditindak tegas,” tegasnya.

Ketua MUI Ketapang, Ustadz Faisol menyebutkan dalam Hal menghadapi Bulan Suci Ramadhan pihaknya sudah berkordinasi dengan Muspika, dan sudah mengambilkan kesepakatan untuk membuat dan mengeluarkan iimbauan.

“Kemudian kami juga sudah mengadakan pertemuan dengan seluruh pengurus MUI se Kabupaten Ketapang untuk selalu memberikan imbauan di daerahnya masing-masing,” jelasnya.

Selain itu dari MUI Ketapang juga sudah melakukan pertemuan dengan pemilik cafe agar pada saat menjalankan ibadah puasa tidak membuka usahanya sampai larut malam.

“Apabila nanti ada yang melanggar sesuai ketentuan yang kita sepakati itu sudah menjadi ranah aparat keamanan. Kita hanya memberikan nasehat, dan imbauan tetapi bagi yang yang melanggar bukan urusan kita,” terangnya.

MUI Ketapang, sambungnya meminta agar dalam menjalankan ibadah puasa diminta sesama masyarakat untuk selalu menghargai, dan menghormati, dan jangan sampai adanya hal-hal yang merusak ibadah.

(Ras/Faisal)

Related Posts