Pelajar SD di Pontianak Ini ‘Ngemis’ Demi untuk Beli Baju Lebaran

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Disaat anak seusianya menghabiskan waktu bermain setelah bersekolah, namun waktu bermain tersebut tak berlaku bagi NS.

Anak yang masih duduk di sekolah dasar di Kecamatan Pontianak Timur ini harus menghabiskan waktu berkeliling kota demi mengais rupiah demi rupiah, dengan mengharap kemurahan rezeki dari orang-orang yang kebetulan bertemu dengannya.

Dengan berjalan kaki, sambil menenteng ember bekas cat yang terbuat dari plastik, ia berharap bisa membawa uang untuk dibawa pulang ke rumah. Ia mengaku aktivitasnya tersebut diketahui oleh ibunya.

Dari sebuah warung kopi yang sangat terkenal di Kota Pontianak yang berlokasi di Jalan Merapi, thetanjungpuratimes.com, (satu hari sebelum bulan Ramadhan) sempat berbincang langsung bersama satu dari ribuan anak-anak di Kota Pontianak ini.

Dari pengakuan dia, Ibunya tak pernah melarangnya mengemis, karena ibunya sendiri tak punya pekerjaan tetap, terlebih ibunya pun sering sakit-sakitan. Sementara sang ayah sejak dua tahun lalu telah menghadap yang maha kuasa. Meski ia mempunyai seorang abang kandung yang masih duduk dibangku SMP, ia tetap menjalani hari-harinya untuk mencari rupiah.

“Emak saye tak ngelarang, cuma die pesan jangan pulang malam, ayah udah ndak ade bang, sudah dua tahun lalu meninggal,  karena sakit,” sebut anak laki-laki yang mengaku bersekolah di SD 28 Pontianak ini.

Ia bercerita, sepulang sekolah, ia pun bergegas kembali ke rumah untuk makan siang. Setelah makan siang ia menyempatkan waktu untuk tidur meski sebentar, setelah itu dirinya langsung berangkat menjalani aktifitas hariannya tersebut.

“Saye kan dari seberang, jadi naik tambang lewat sungai,  nyeberang ke sini, tambang perahu Rp2 ribu, tapi kalau kebetulan keluarga yang nambang, gratis,” ceritanya.

Ia mengaku uang dari hasil nyeleng tersebut untuk ditabung guna membeli baju lebaran. Tak hanya baju lebaran, hasilnya mengemis itu ternyata ia gunakan untuk uang jajan adik bungsunya yang masih TK.

“Buat belikan adek sepatu juga bang, untuk beli nasi juga, kadang beli lauk juga buat makan di rumah,” aku anak ke dua dari tiga bersaudara ini.

Ternyata NS tak sendirian, ia mengaku bersama temannya berangkat bersama. Namun ketika berkeliling ngemis (nyeleng) mereka berpencar sendiri-sendiri.

“Tiga orang, tapi misah-misah, jam lima sore baru ketemu lagi di tempat penyebrangan,  pulang ke rumah sama-sama,” begitu cerita anak bertubuh kurus ini.

Ketika ditanya pernah atau tidak diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak, dirinya mengakui tak pernah ditangkap. Bahkan ia tak tahu kalau aktivitasnya tersebut dilarang di Kota Pontianak.

“Alhamdulillah bang, tabungan sekarang sudah lima ratus ribu, bisa lah buat beli baju lebaran,” sebutnya yang mengaku masih akan nyeleng untuk besok harinya.

(Agustiandi/Faisal)

Related Posts