Belum Ada Indikasi Penimbunan Pangan di Kalbar

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Tim Satgas Pangan Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Mashudi, mengungkapkan, belum ada indikasi penimbunan produk pangan di wilayah Kalbar.

Mashudi yang juga menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar ini mengatakan, selain bawang putih, belum ada kenaikan harga yang signifikan dari produk pangan.

“Untuk temuan-temuan yang signifikan, yang berkaitan dengan pelanggaran belum ya, artinya stok pangan di pasaran dan harga masih relatif bagus,” katanya Rabu (31/5).

Terkait operasi pasar bawang putih yang digelar kemarin, pihaknya akan terus memantau perkembangan harga. Jika harga bawang putih tidak menunjukan penurunan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Diakuinya, selain bergantung hampir 100 persen impor, kenaikan harga bawang putih memang terkendala oleh stok yang jauh berkurang.

Ia menegaskan, meski belum adanyan indikasi penimbunan pangan di Kalbar, namun pihaknya akan menindak tegas spekulan yang berani menimbun produk pangan yang mengakibatkan peningkatan harga yang tak wajar. Bagi pedagang yang menjual harga bawang putih diluar harga kesepakatan, yakni tak lebih dari Rp38 ribu per kilogram, pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Kita sudah buat maklumat Kapolda dan sudah kita sebar ke masyarakat dan pelaku usaha. Mabes Polri sudah banyak melakukan penindakan,” sebutnya.

Ia menambahkan, Satgas Pangan Polda Kalbar, akan terus memonitoring harga di pasaran, dalam rangka stabilitas pangan dengan berkoordinasi instansi terkait.

(Agustiandi/Muh)

Related Posts