Datangi DPRD, Masyarakat Manis Mata Pertanyakan Kejelasan Bandara

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Masyarakat Manis Mata, Ketapang mendatangi gedung DPRD Ketapang, Rabu (31/5). Kedatangan mereka adalah untuk meminta kejelasanan operasi Bandara Manis Mata.

Satu diantara perwakilan warga, Guti Siswanto menjelaskan tujuan dirinya dan warga lainnya adalah untuk menyampaikan keluhan, dan kejelasan Bandara yang ada di Manis Mata.

“Kami mempertanyakan status Bandara di daerah kami di Kecamatan Manis Mata apa sudah teregistrasi atau belum, apakah milik Pemda atau milik Kementrian Perhubungan, dan ataukah milik swasta,”cetusnya.

Jika memang Bandara dengan luas 14,5 Ha yang dihibahkan oleh PT HSL Cargill Group dinyatakan kurang memenuhi standar, maka katanya masyarakat manis mata siap untuk menambah dengan dengan memberikan lahan.

Dari fasilitas yang digunakan sebelumnya pada saat penerbangan masih beroperasi, warga hanya menggunakan bangunan sederhana di bawah pohon, ini terkesan tidak adanya niat oleh pemerintah daerah terhadap pembangunan Bandara yang terletak di desa manis Mata.

“Kami mengharapkan kepada perwakilan kami yang ada di DPRD ini untuk mendukung, dan berjuang agar penerbangan dari Ketapang-Manis Mata bisa beroperasi kembali,” harapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Ketapang, Sukirman Lodom tetap mendukung sepenuhnya pembangunan Bandara untuk pesawat komersil itu.

“Harapan saya agar masalah ini akan segera diselesaikan dengan cara membentuk tim, dan mengusulkan langsung kepada Kementrian Perhubungan yang berada di pusat,” ucapnya.

Angota DPRD lainnya, Gusmani jika seluruh angota dewan sangat setuju dengan pembangunan Bandara Manis Mata, namun ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam kepengurusan Bandara di Manis Mata, sehingga menjadi jelas legalitasnya.

Amir, salah satu perwakilan Bandara Rahadi Oesman Ketapang, menjelaskan bahwa pesawat komersil tujuan Ketapang-Manis Mata belum teregister.

“Untuk penerbangan komersil itu harus dilengkapi dengan persyaratan, dan ketentuan yang jelas. Sedangkan dari pihaknya memang selama ini tidak ada masalah,” terangnya.

Jika semua persyaratan dan ketentuan telah dijalankan, kata Amir pihaknya selaku pihak bandara harus melakukan uji kelayakan penerbangan pesawat komersil tersebut.

(Ras/Faisal)

Related Posts