Bulog Kalbar Jual Minyak Goreng, Gula Pasir, hingga Daging Sapi Beku

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Kalbar melaksanakan kegiatan Operasi Pasar di halaman kantornya pada Jumat (2/6) pagi.

Kepala Divisi Bulog Kalbar, Kuswinhartono, mengatakan Operasi Pasar ini dilakukan sebagai bagian dari Gerakan Stabilitas Pangan. Adapun bahan pangan yang dijual pada Operasi Pasar tersebut antara lain daging beku, gula, dan minyak goreng. Ia juga mengatakan kegiatan ini akan dilakukan secara terus menerus sesuai dengan stok dan kondisi yang ada.

“Gerakan stabilisasi pangan sebenarnya kan mengganti istilah dari pasar murah yang selalu kita lakukan. Nanti kalau masyarakat masih cukup berminat, stoknya kita berusaha datangkan lagi,” ujar Kuswinhartono.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan pangan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti. Stok beras yang dikhususkan pada kegiatan penyaluran beras sejahtera (rastra), ia melanjutkan cadangan beras pemerintah masih memiliki stok hingga 28 ribu ton.

Sementara untuk daging beku, pada tahap awal Bulog menerima kiriman sebanyak 24 ton dari kantor pusat sebagai pengimpor. Menurutnya hal ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat mengingat Harga Eceran Tertinggi (HET) Bulog untuk daging beku adalah Rp80 ribu/Kg.

Untuk gula pasir, ia mengatakan Bulog masih memiliki stok sekitar 1100 ton hanya dari dalam negeri.

Disinggung soal bawang putih yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan konsumen, saat ini masih dalam pengiriman tahap awal sebanyak 10 ton.

“HET nya 38 ya karena kita langsung ke konsumen. Kalau kemarin teman-teman yang dari Disperindag itu kan jualnya ke pedagang. Kita langsung kiloan ke konsumen nanti supaya lebih merata,” pungkasnya.

Khusus daging beku, ia minta agar Bulog di daerah mendata potensi penjualannya, karena menurutnya di daerah masih memiliki keterbatasan sarana.

“Yang namanya freezer tidak semua tempat ada, kemudian kalau terjadi pemadaman listrik kan agak mengganggu untuk penyimpanan,” jelasnya.

Ia juga membeberkan jika daging beku yang dijual di pasar modern berasal dari bulog, hanya saja hal itu prosesnya langsung dari Bulog Pusat kepada pihak Retail.

Untuk pasar tradisional ia mengatakan penjualan Bulog memang tidak masuk kesana agar tidak mengganggu pedagang daging yang ada disana.

Hal ini dikarenakan dalam kunjungan Komisi VI DPRD, pedagang disana memang menyampaikan akan menjual daging dengan kisaran harga Rp150 ribu/Kg pada bulan Ramadan.

“Kita berusaha memberikan pilihan kepada masyarakat barang yang berkualitas dengan harga yang relatif murah,” tutupnya.

(Imam/Faisal)

 

Related Posts