Gaji Kembali Telat, Puluhan Karyawan PT. FBP Datangi Disnakerpertrans Kapuas Hulu

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Puluhan karyawan PT. Bio Inti Agrindo (BIA) milik PT. FBP Group mendatangi Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kapuas Hulu, Jumat (9/6).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhan terkait keterlambatan pembayaran gaji oleh PT. BIA, serta menuntut realisasi Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan kelapa sawit itu.

Salah seorang karyawan PT. Bio Inti Agrindo milik PT. FBP Group, Yohanes Kristison, menjelaskan berdasarkan kontrak kerja di SK, pembayaran gaji dilakukan tanggl 28, namun tanpa diketahui karyawan, pihak perusahaan secara sepihak mengubah tanggal pembayaran gaji.

“Itu pun kami masih sabar, pengubahan tanggl gaji tidak diketahui karyawan, setiap terlambat gaji mereka mengeluarkan interoffice memorandum,” ujarnya, Jumat (9/6).

Keterlambatan perusahaan menggaji karyawan sudah terjadi berulang kali. PT.BIA tidak konsisten dengan aturan yang dibuat.

“Dengan alasan perusahaan karena masa transisi, tapi kita sebagai karyawan dituntut bekerja terus, jadi menurut saya itu tidak masuk akal, kami diminta bekerja wajar kalau menuntut gaji,” tegasnya.

Karyawan PT.BIA sudah membuat beberapa tuntutan kepada pihak perusahaan, Kamis (8/6) kemarin, kemudian menyampaikan pengaduan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kapuas Hulu, Jumat (9/6) agar dicarikan solusinya.

Antara karyawan dan pihak manajemen PT. FBP Group Putussibau sudah melaksanakan pertemuan membahas keterlambatan pembayaran gaji, jangan sampai terjadi keterlambatan gaji periode berikutnya serta mengantisipasi keterlambatan pembayaran THR periode tahun 2017.

“Kemarin juga sudah diserahkan tuntutan karyawan kepada pihak manajemen PT. FBP Group Putussibau,” terangnya.

Dalam tuntutan itu, kata Anes, pihaknya meminta pembayaran gaji Juni 2017 dan seterusnya dibayar tepat waktu sesuai IOM No. 009/CCO-IM/IV/2016 tertanggal 28 April 2016. Jika pembayaran gaji bulan Juni masih terlambat, perusahaan harus membayar denda keterlambatan sesuai PP No.8 Tahun 1981.

“Kemudian kita menuntut pembayaran THR bulan Juni sesuai ketentuan Undang – undang No. 6 Tahun 2016 yaitu dibayar paling lambat tujuh hari sebelum hari perayaan Idul fitri tahun 2017. Pembayaran THR secara penuh, dan tidak dibayar secara persentase,” terangnya.

Ia menegaskan, jika THR tidak dibayar tepat waktu sesuai ketentuan, maka seluruh kantor FBP. Group baik aset bergerak maupun tidak akan dilakukan penyegelan serta pelelangan secara sepihak oleh karyawan.

Keterlambatan pembayaran gaji karyawan oleh pihak perusahaan telah menimbulkan banyak perekonomian para karyawan. Padahal kata Anes, manajemen PT. FBP Group melalui Beny selaku Chief Compliance Officer seperti dimuat dalam media masa berjanji akan memperbaiki manajemen.

“Statemen pak Beny di media tanggl 29 Juli 2016 salah satunya menyatakan tidak akan terlambat dalam pembayaran gaji karyawan, hal itu mengacu juga peretmuan pada 21 Juli tahun 2016, pihak perusahaan berjanji tidak akan mengulangi persoalan keterlambatan pembayaran gaji,” tutupnya.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts