Penyaluran Tunjangan Sering Bermasalah, Guru Perbatasan Datangi DPRD Sambas

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Sejumlah guru yang bertugas diperbatasan Indonesia Malaysia yang terdapat dikecamatan Paloh kabupaten Sambas, mendatangi DPRD kabupaten Sambas untuk mempertanyakan tunjangan khusus bagi mereka pada Rabu (21/6).

Syamsiar ketua PGRI kecamatan Paloh mengungkapkan, setiap tahun sejak tahun 2008 tunjangan khusus untuk daerah terpencil selalu bermasalah dalam penyaluranya.

Diungkapkan, bahkan untuk tahun ini guru yang bertugas didesa Temajuk kecamatan Paloh tidak ada satu orangpun yang masuk nominasi untuk mendapatkan tunjangan khusus tersebut. Padahal menurutnya, desa Temajuk merupakan desa tertinggal dengan fasilitas yang minim.

“Didesa Temajuk akses berupa jalan sangat terbatas, sehingga untuk mengaksesnya juga sulit. Listrik juga sangat minim,” ujar Syamsiar, Rabu (21/6).

Lantaran tidak ada satupun guru di Temajuk yang mendapatkan tunjangan khusus tersebut, para guru mendorong pemerintah daerah kabupaten Sambas serta DPRD kabupaten Sambas untuk membantu para guru agar mendapatkan tunjangan khuusus tersebut.

Syamsiar menyarankan agar masalah tunjangan khusus tidak berlarut-larut, supaya dana yang untuk tunjangan khusus bisa disalurkan.

“Dana yang sudah ada kami mohon bisa disalurkan berdasarkan SK bupati, itu tuntutan pertama kami, kemudian apabila poin hal tersebut tidak bisa dilaksanakan, maka kami minta kepada Bupati Sambas, dapat mengubah status desa Temajuk menjadi desa sangat tertinggal,” katanya.

Menurutnya, jika berdasarkan juknis yang ada terkait tunjangan khusus yang dimaksud seperti desa Temajuk yang dapat dilihat layak jadi desa sangat tetinggal, kemudian jika juga tidak bisa itu dilakukan. Karena permasalahan ini masalah nasional karena berhubungan dengan guru perbatasan.

“Permasalahan ini bisa disampaikan langsung kepada presiden RI. Karena ini bukan saja masalah daerah kabupaten Sambas, kami ingin perlu diperhatikan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Sambas, pemkab, dan DPRD kabupaten Sambas, bagaimana solusi atas masalah tersebut,” terang Syamsiar.

(Gindra/Faisal)

Related Posts