Satu Keluarga di Sekadau Diduga Keracunan, Dua Orang Meninggal

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Satu keluarga di Kecamatan Nanga Taman diduga keracunan, setelah menyantap sayuran. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Kelampu, Desa Meragun, Kecamatan Nanga Taman. Nahasnya, dua anggota keluarga tersebut meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU M Ginting membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya kini masih menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut. Kejadian tersebut, kata dia, terjadi saat Kepala Keluarga Ahae menyantap sayuran yang dicampur dengan ampas tuak dan dimasak dalam bambu muda, pada Sabtu (17/6).

Ginting mengatakan, sayuran tersebut disantap Ahae bersama enam anggota keluarganya yang lain.

Dikatakan, kemudian sekitar tengah malam keluarga tersebut mengalami pusing dan mual-mual serta buang air besar terus menerus.

“Minggu (18/6). Mantri Desa sudah menangani mereka. Menurut Mantri Desa tersebut mereka diperkirakan menderita muntaber,” ujarnya Rabu (21/6).

Apalagi, kata dia, saat ini di Kecamatan Nanga Taman sedang terjadi kejadian muntaber, sehingga diperkirakan keluarga tersebut mengalami muntaber. Namun, pada Selasa (20/6) dini hari. Anak Ahae, Bran (20) meninggal dunia. Sedangkan, anggota keluarga lainnya masih sakit.

“Sekitar pukul 09.00, Mantri Desa Meragun beserta keluarga membawa korban ke Puskesmas Nanga Taman. Saat semua anggota keluarga sampai di Puskesmas, Ayang Sri (16) putri bungsu Ahae menghembuskan nafas terakhirnya,” ungkapnya.

Ginting merinci anggota keluarga yang diduga keracunan itu masing-masing, Ahae (kepala keluarga), Iyok (Istri), Jemari (anak), Evi (anak), Mejino (suami dari Ayang Sri/menantu), Bran (anak/meninggal dunia), dan Ayang Sri (anak/istri Mejino/meninggal dunia).

Ia mengatakan, saat ini korban lain sudah sehat namun masih dalam perawatan Puskesmas Nanga Taman. Sementara sampel makanan yang diduga penyebab keracunan sudah diambil oleh pihak Puskesmas, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau untuk diuji laboratorium.

“Kasus ini masih kami dalami untuk mengetahui penyebab sebenarnya,” tuturnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, ST Emanuel mengatakan jika pihaknya sudah mengambil sampel makanan yang diduga membuat satu keluarga di Kecamatan Nanga Taman keracunan itu.

Untuk itu, kata dia, pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium sampel tersebut.

“Sampelnya sudah dikirim. Masih menunggu hasilnya keluar baru diketahui penyebab pastinya,” ujarnya singkat.

(Yahya/Faisal)

Related Posts