BBPOM : Kendalikan Konsumsi Minuman Ringan Saat Lebaran

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Salah satu pemandangan yang lumrah yang kerap ditemui pada perayaan hari raya Idul Fitri adalah jejeran minuman kemasan di ruang tamu. Setiap tahun masyarakat suka mengkonsumsi minuman ringan ini di setiap rumah yang mereka singgahi. Tak pelak hal tersebut juga menimbulkan masalah kesehatan bagi sebagian orang.

Untuk itu thetanjungpuratimes.com mendatangi Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, Corry Panjaitan, meminta tanggapan mengenai perilaku konsumsi minuman ringan ini dan apa saja akibatnya.

“Sebenarnya minuman ringan yang beredar sekarang ini sudah dievalusi oleh BBPOM itu aman dikonsumsi. Tapi harus dengan batasan yang normal, artinya konsumsi masyarakat atas hal ini harus disesuaikan dengan kondisi kesehatannya,” ujar Corry.

Dirinya melanjutkan, agar sebelum mengkonsumsi masyarakat lebih baik membaca kandungan yang tertera pada kemasan.

“Rata-rata minuman ringan ini kan mengandung pemanis buatan, jadi sebenarnya pemanis buatan ini aman untuk dikonsumsi selama ia masih mengikuti instruksi yang tertera dalam label kemasan itu, artinya pemanis buatan yang digunakan masih dalam dosis yang diperbolehkan untuk dikonsumsi berapa kali sehari,” lanjutnya.

Karena itu, Corry mengimbau konsumen juga harus memperhatikan kondisi kesehatannya. Jika memang ia berkebutuhan khusus, misalnya seperti penderita diabetes yang tidak boleh mengkonsumsi pemanis buatan maka jangan mengkonsumsi minuman ringan.

Selain itu, ia juga mengingatkan bagi orang yang tidak memiliki gejala penyakit tertentu untuk melakukan pengendalian diri atas perilaku konsumsinya.

“Segala sesuatu itu walaupun dia baik tapi jika di konsumsi secara berlebihan juga akan menimbulkan dampak yang buruk. Tuhan itu sudah menciptakan tubuh manusia dengan lengkap, ketika tubuh merasa ada yang tidak beres maka sebelum hal itu terjadi dia akan mengirimkan sinyal. Misalnya saat konsumsi minuman kemasan itu kan banyak mengandung gas co2, bisa bikin eneg kan. Jadi kalau tubuh sudah mengirimkan sinyal seperti itu sebaiknya kita berhenti minum,” jelasnya.

Walaupun dalam satu hari kita kerap mengunjungi banyak rumah, hal itu tetap bisa diatasi dengan memilah jenis minuman yang kita konsumsi. Misalnya jika kita telah mengkonsumsi minuman ringan di satu rumah, maka rumah berikutnya kita bisa minta air putih atau yang lainnya.

“Jadi masyarakat jangan menyalahkan produk, ada apa-apa produknya disalahkan memgandung ini dan itu, padahal kita yang mengkonsumsi hal itu secara berlebihan. Makanya pola pikir kita yang harus dirubah untuk mengendalikan diri,” pungkasnya.

(Imam/Muh)

Related Posts