Kapuas Hulu Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Pertanian Kapuas Hulu, Drs Abdurrasyid MM, mengatakan dalam aturan Undang-Undang penyuluhan satu desa minimal satu penyuluh.

“Namun hal ini belum mampu dipenuhi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Sekarang ini kita kekurangan 130an lebih penyuluh, sebab dari 278 desa yang ada baru 140an penyuluh yang terpenuhi,” tuturnya.

Dari kekurangan itu, kata Rasyid, satu penyuluh pertanian merangkap hingga tiga desa.

“Untuk itu kami berupaya menambah penyuluh pertanian lagi dari kontrak daerah (gunakan APBD Kapuas Hulu),” ungkapnya.

Keterbatasan jumlah penyuluh ini pun berpengaruh dalam pemasaran dan pengembangan lada di Kapuas Hulu.

Kasi Perlindungan Perkebunan pada Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu J. Shofiar mengatakan, pihaknya melalui penyuluh perkebunan telah berupaya menjangkau daerah-daerah produsen lada diwilayah Kapuas Hulu. Hanya saja, belum begitu efektif karena keterbatasan anggota penyuluh perkebunan.

“Kita di Kapuas Hulu hanya memiliki penyuluh sebanyak empat orang. Dari ke empat orang tersebut, tiga orang sudah senior sudah mau pensiun. Itu yang kendala yang kita hadapi selama ini,” kata Shofiar.

Ia pun menjelaskan bahwa, pihaknya sudah koordinasi dengan PPL yang ada, apabila menemui kasus-kasus terkait perkebunan lada maka harus koordinasi ke Bidang Penyuluhan.

Saat ini juga kata Shofiar, pihaknya baru mulai mau membentuk tenaga penyuluh perkebunan sesuai bidang-bidang perkebunan, seperti ada spesialis di perkebunan karet, lada, kopi dan lainnya.

Mengenai akses penjualan lada oleh masyarakat perbatasan ke negara tetangga, Malaysia, Shofiar berpendapat bahwa dari sisi jarak dan waktu lebih cepat dan mudah, kemudian harga relatif lebih tinggi. Sehingga mereka lebih memilih menjual kesana.

“Naik turunnya harga lada juga dipengaruhi banyak faktor. Selain hukum permintaan dan penawaran, juga standar kualitas lada versi para pengumpul lada itu sendiri yang berlaku di pasaran,” tuntasnya.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts