Kadis Dikbud Kapuas Hulu sebut Program Keluarga Berencana Merugikan Sekolah

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, menilai gencarnya program Keluarga Berencana (KB) yang diaplikasikan ke masyarakat akan berpengaruh pada pendidikan, khususnya untuk tingkat SD.

“Semakin lama jumlah siswa SD kita akan sedikit,” ujar Kusnadi kepada wartawan, Senin (24/7).

Dengan gencarnya program KB tersebut, jelas Petrus yang dirugikan adalah pihak sekolah. Karena jumlah siswanya semakin sedikit, sehingga dana BOS pun terancam berkurang. Apa lagi bagi guru untuk mendapatkan tunjangan juga harus mencari siswa dalam kelas sebanyak 20 orang.

“Untuk mencari satu kelas harus diisikan 20 siswa, itu sangat sulit. Pada hal berdirinya sekolah harus ada siswa, sementara program KB sangat digencarkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Terkait persoalan tersebut kata Kadis Dikbud, pihak sudah melakukan langkah dengan berbicara ke pihak anggota DPRD yang bisa menetapkan angggaran daerah.

“Bagaimana caranya harus kita bahas bersama, jangan sampai sekolah akhir tutup akibat tak adanya siswa,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah harus memiliki sekolah terpadu. Dimana tergabung tingkat TK, SD, dan SMP. Dimana sekolah terpadu tersebut, betul-betul sekolah yang berkualitas.

“Jadi Kapuas Hulu harus ada sekolah terpadu, karena ketimbang banyak bangunan sekolah, tapi tak ada guru dan muridnya juga tidak bagus juga,” tuntasnya.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts