Persediaan Beras di Kalimantan Barat Cukup Aman

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Beras menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, oleh karena itu persediaan beras terus diperhatikan oleh pemerintah. Di Kalimantan Barat persediaan beras masuk dalam kategori cukup aman.

“Di Kalimantan Barat ini, produksi beras cukup aman, karena Kalbar sesuai dengan data statistik memiliki 6500 Ton beras, sehingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Kalbar yang hanya berkebutuhan beras kurang lebih 4000 ton, itu pun dari Jawa masih banyak juga beras yang mengalir ke Kalbar, sehingga untuk Kalbar cukup aman di bidang persediaan beras,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Mashudi, Jumat (28/7).

“Kemudian, dari sisi harga, negara mengharapkan adanya penjualan beras ini tidak terlalu tinggi, artinya Profit Margin yang diambil dari para pedagang diharapkan tidak terlalu tinggi, sehingga harga beras di pasaran diharapkan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yang sudah ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 27 Tahun 2017 yaitu sebesar Rp.9500 per kilogram. Setelah dilakukan pemantauan, untuk di pasar-pasar tradisional yang masih beras curah dengan kualitas premium, harganya masih stabil dengan kisaran harga Rp.9000 sampai Rp.10.000 per kilogram, sehingga tidak terlalu jauh dari HET yang sudah ditetapkan pemerintah. Walaupun memang di toko-toko ritel dan toko-toko modern, beberapa produk beras tertentu memang harganya yang masih sekitar Rp.13.000 per kilogram dan sebagainya, tapi itu sesuai kualitas yang ditawarkan oleh pemilik merk, tinggal masyarakat memilih,” lanjutnya.

Direktur Ditreskrimsus Polda Kalbar tersebut mengatakan, dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) pangan pada Bulan Puasa dan Idul Fitri, bertujuan untuk mengantisipasi gejolak pangan.

“Satgas Pangan yang awalnya dibentuk dalam rangka untuk mengantisipasi gejolak pangan pada saat Puasa dan Idul Fitri, waktu itu bisa menunjukkan hasil bahwa gejolak harga tidak terjadi. Apabila terjadi gejolak pun bisa kita tangani, sehingga masyarakat cukup memberikan apresiasi terhadap satgas tersebut, maka oleh Presiden, Kapolri dan menteri-menteri meneruskan pekerjaan dari satgas pangan ini dengan menambah yaitu pengawasan terhadap beras,” katanya.

“Kenapa beras ini harus diawasi, pertama di situ ada uang negara, karena dalam  proses penanaman, negara sudah memberikan benih gratis, memberikan subsidi pupuk, memberikan peralatan-peralatan kepada petani, sehingga ada uang negara yang ada dalam beras tersebut. Dan kedua, beras ini kan sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang sangat vital, sehingga negara akan mengawasi distribusi dan proses pemasaran daripada beras,” pungkasnya.

(Sukardi/Muh)

Related Posts