Polres Sambas Tangani Dua Kasus Pencabulan

Ilustrasi Pencabulan

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kasat Reskrim Polres Sambas AKP Raden Real Mahendra mengungkapkan, pihaknya sedang menangani dua kasus pencabulan yang terjadi di dua tempat berbeda di kecamatan Tebas.

“Untuk kasus pertama dengan tersangka berinisial (MR) warga dusun Buluh Parit RT 11 RW 06 Desa Serumpun Buluh Kecamatan Tebas sudah ditangkap guna mempertangunjawabkan perbuatan tersebut lantaran diduga melakukan pencabulan. Sedangkan korban berinisial WS (16) warga Desa Matang Labong Kecamatan Tebas,” terangnya, Senin (31/7).

Dalam kasus pertama ini, katanta merupakan tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur yang terjadi di dalam kamar sebuah bengkel, di dusun Buluh Parit Desa Serumpun Buluh Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas pada 16 Nov 2016, lalu sekira pukul. 23.30 WiB.

Kemudian lanjutnya, perbuatan tersebut terulang kembali sekitar seminggu di tempat kejadian pertama.

“Dengan cara terlapor menyetubuhi korban, terlapor sebelumnya menjanjikan akan bertanggung jawab terhadap korban, namun sampai saat ini terlapor tidak juga bertanggung jawab terhadap korban yang sedang hamil hingga d perkirakan berusia 8 (delapan) bulan. Atas kejadian tersebut pihak keluarga melaporkannya kepada Polsek Tebas untuk proses lebih lanjut,” terang Mahendra.

Tersangka, kata Kasat ditangkap pada Selasa, 25 Juli lalu, pukul 10.00 WIB di percetakan Ayrakat Barokah di jalan Pembangunan di Dusun Sukaramai Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas.

“Ditangkap pada saat bekerja menyetak spanduk, dan pada saat di lakukan penangkapan, tidak melakukan perlawanan. Setelah dilakukan penangkapan terlapor dibawa ke Polsek Tebas untuk di proses sesuai dgn ketentuan aturan yang berlaku,” sebutnya.

Sementara untuk kasus yang kedua, juga sudah dilakukan penahanan terhadap pelaku berinisial UJ (49). Dalam kasus ini menurut Kasat Reskrim, korban masih duduk di sekolah dasar.

“Kasus ini dilaporkan oleh orangtua korban, beralamat didusun Beliung RT 10 RW 04 desa Pusaka kecamatan Tebas. Sementara terlapor juga beralamat yang sama,” katanya.

Kronologis kejadian dijelaskan oleh Kasat, berawal dari pelapor dalam hal ini orangtua korban, diberitahu oleh korban berinisial VA (11) telah terjadi perbuatan cabul terhadap dirinya yang dilakukan oleh terlapor pada 2015 dan tahun 2016 lalu.

“Dengan cara memanggil korban kerumah terlapor, dan meminta korban untuk mencabut uban dan mengurut terlapor,” katanya.

Selanjutnya terlapor memperlihatkan alat vitalnya dan meminta korban untuk memegangnya, namun korban menolak, selanjutnya terlapor meraba alat vital korban yang terjadi kurang lebih sebanyak enam kali, setelah itu korban diberi uang sebesar seribu rupiah, dan melarang korban untuk menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

Atas kejadian tersebut pelapor melaporkannya ke Polsek Tebas,” terang Kasat Reskrim.

Kedua pelaku menurut Real Mahendra, dikenakan pasal 82 UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Yang bersangkutan di tangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana perbuatan cabul,  sebagaimana di atur dalam pasal 81 Jo pasal 82 UURI Nomor  35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tegas Real Mahendra.

(Gindra/Faisal)

Related Posts