Cegah Karhutla, Kalbar Perlu Sumur Bor

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kebarakan hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian yang serius, dampak buruk yang timbulkan munculnya kabut asap dapat mengganggu kesehatan. Polda dan Kodam Kalbar mengadakan pertemuan untuk membahas pencegahan dan penanganan Karhutla di Kalbar. Dari hasil pertemuan tersebut merencanakan pembuatan sumur bor di daerah-daerah yang rawan kebakaran.

“Yang perlu sekarang dibuat sumur-sumur bor, di Kalbar belum. Ini nanti kita dorong melalui BRG (Badan Restorasi Gambut-red). Dalam minggu ini akan diadakan rapat, mengundang Pemda untuk melakukan pembangunan-pembangunan BRG dan mungkin nanti pelaksanaannya bisa dibantu TNI, di daerah-daerah rawan, Kubu Raya, Sintang, Ketapang.  174 desa yang masuk kategori rawan menjadi prioritas, sekarang 60 desa sudah dipratoli rutin oleh anggota TNI, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Manggala Agni dan kepala desa, dan LSM. Sisanya 84 desa nanti akan disuport dari BNPB melalui BPBD,” kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Raffles Brotestes Panjaitan.

Raffles Brotestes Panjaitan mengatakan, selama ini BRG masih membangun di Kalteng, Kalsel, Palembang dan Jambi, untuk  Kalbar sendiri diprioritaskan pada 2017.

Ditanya kepastian hukum kepada masyarakat adat yang berladang dengan membakar lahan, Raffles Brotestes Panjaitan meminta pemerintah agar menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.

“Sebenarnya di dalam Undang-Undang tersebut harus ditindaklanjuti dengan Perda kemudian ditindaklajuti dengan Pergub. Diatur lagi yang dua hektar yang mana ini, kalau cuaca panas, apa boleh membakar lahan, pemerintah harus mengatur itu,” pungkasnya.

(Sukardi/Muh)

Related Posts