132 CJH Kapuas Hulu Siap Jalani Ibadah di Tanah Suci

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Sebanyak 132 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kapuas Hulu akan diberangkatkan ke Arab Saudi untuk menjalani ibadah haji. CJH Kapuas Hulu yang tertua berusia 76 tahun dan termuda umurnya 24 tahun.

Kepala Kantor Kemenag Kapuas Hulu, H Khusyairi, meyakini tidak ada kendala adminstrasi yang akan membatalkan keberangkatan CJH asal Bumi Uncak Kapuas.

“Secara administrasi dan kesehatan insyaallah CJH Kapuas Hulu tidak ada masalah. Selama ini belum ada yang jemahaan kita yang dipulangkan,” tegasnya, Jumat (4/8).

Kata Khusyairi, CJH Kapuas Hulu dijadwalkan berangkat ke Pontianak pada hari Senin ini (7/8) dengan menggunakan bus pada pukul 08.00 WIB. Sebelum berangkat CJH akan kumpul dulu di Masjid Darusalam Putussibau.

“Sampai di Pontianak mereka menginap di rumah pribadi Bupati, kemudian tanggal 10 baru ke asrama haji,” katanya.

Selanjutnya tanggal 11, CJH tersebut berangkat ke Batam, Kepulauan Riau, sekitar pukul 10.45 WIB. Mereka akan dilakukan pemeriksaan ulang, baru diberikan lifing cost dan id card. Kemudian pada pukul 18.00 WIB, mereka langsung berangkat ke Madinah.

“Penerbangan mereka ke Madinah sekitar 9 jam,” kata Khusyairi.

Setiba dimadinah, CJH akan melaksanakan rangkaian kegiatan selama 8 sampai 9 hari, itu mencakup salat empat puluh waktu di masjid Nabawi, baru ke Mekah untuk tawab, sai, umrah, salat lima waktu, zikir, ngaji serta berdoa.

“Diperkirakan mereka pulang sekitar bulan September ini, karena perjalanan suci haji itu 42 hari,” paparnya.

Untuk berangkat haji, kata Khusyairi dana perorangnya berkisar Rp 33 juta. Dana itu dapat diangsur secara bertahap. Terkait masa tunggu haji kurang lebih sampai 14 tahun kedepan, sampai 2031.

“Jumlah yang mendaftar untuk haji ada 1600an,” tuturnya.

Sejauh ini tidak dibatasi siapa yang mau daftar haji. Hanya saja mereka yang sudah haji dan mau daftar haji lagi, mereka harus tunggu sudah 10 tahun setelah ibadah haji sebelumnya.

“Saya imbau jemaah haji Kapuas Hulu agar jalani ibadah dengan baik, tidak boleh jidal, rafas dan fasik. Kalau sudah selesai ibadah haji, jaga kemabrurannya agar memberi manfaat pada masyarakat di sekitarnya,” pesan Khusyairi.

Disinggung terkait jemaah haji Kapuas Hulu yang meninggal di Arab Saudi, kata Khusyairi itu memang pernah terjadi.

“Memang ada yang pernah meninggal saat ibadah dan memang dimakamkan di Arab Saudi, sudah aturannya begitu,” tutur Khusyairi.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts