Pembunuh yang Sakit Jiwa Dikirim ke RSJ Singkawang

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Pemeruan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB kabupaten Kapuas Hulu telah mengirimkan Mido ke Rumah Sakit Jiwa Singkawang. Mido dikirim lantaran telah membunuh salah seorang warga di kecamatan Mentebah, beberapa bulan lalu.

“Penderita sakit jiwa yang membunuh di desa Tanjung kecamatan Mentebah itu sudah dikirim ke RSJ Singkawang,” tutur Gemiti, Kabid Sosial pada Dinsos Kapuas Hulu, Minggu (6/8).

Selama ini, kata Gemiti, dinas Sosial memang ada dana untuk antar jemput pasien sakit jiwa ke Singkawang. Jatah dana itu hanya 20 orang saja setiap tahunnya.

“Untuk tahun ini sudah terpakai habis bulan Juni lalu, ada 20 orang yang diantar ke Singkawang, salah satunya Mido,” paparnya.

Bahkan diri jumlah itu ada dua orang penderita sakit jiwa lagi yang memohon untuk dikirim ke Singkawang.

“Yang dua orang itulah yang sempat kerumah Bupati, tapi kami tetap kirim juga mereka walau dinas sosial jadi ngutang,” paparnya.

Terkait hutang Rp1,2 Miliar ke RSJ Singkawang pada tahun lalu, kata Gemiti, itu masih dicicil.

“Lama pengobatan orang sakit jiwa di Singkawang itu hanya 148 hari, habis dari masa waktu itu orangnya dikembalikan. Kalau kambuh baru dimasukan lagi ke sana,” paparnya.

Mereka yang sakit jiwa itu diupayakan menempuh jalur BPJS Kesehatan-PBI, khusus orang tidak mampu. Namun resikonya dana PBI jadi tanggungan Pemerintah Daerah.

“PBI ini juga ada kuotannya, tidak bisa semua mengajukan pengobatan sakit jiwa masuk ke PBI,” terangnya.

Gemiti mengakui banyak yang sudah diobati harus dikirim kembali ke RSJ Singkawang. Menurutnya, itu karena fisikologis penderita belum stabil di keluarga.

“Beda kalau dilayani di rumah sakit, mereka diurus dengan baik,” tutupnya.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts