KPK: Koruptor di Indonesia Paling Banyak Bergelar S2

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengatakan kebanyakan koruptor di Indonesia berpendidikan tinggi.

“Yang paling tinggi yang korupsi itu orang berpendidikan S2, lebih dari 200 orang, yang nomor dua S1, lebih dari 100, yang nomor tiga S3. Yang tamat SD tidak ada,” kata Syarif saat berbicara di depan ratusan Kepala Desa berprestasi di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/8) sore.

Karenanya, mantan dosen Fakultas Hukum Univeritas Hasanuddin Makassar itu menyimpulkan bahwa tindak pidana korupsi tak sejalan dengan tingkat pendidikan seseorang. Sebab, pada faktanya, orang yang menempuh pendidikan rendah malah tak ada yang melakukan korupsi.

“Korupsi juga tidak ada hubungannya dengan sekolah yang rendah,” kata Syarif.

Lebih lanjut kata Syarif, faktor seseorang melakukan korupsi juga bukan karena alasan kondisi ekonomi yang kurang memadai. Selama ini, pelaku korupsi yang diamankan KPK justru memiliki kekayaan miliaran rupiah.

“Korupsi itu tidak ada hubungannya dengan kemiskinan. Ada Gubernur Bank Indonesia, ada Deputi Gubernur Bank Indonesia pernah ditangkap KPK. Gubernur Bank Indonesia gajinya berapa? mungkin tiga kali gaji presiden, padahal kerjanya tinggal tanda tangan uang,” kata Syarif.

“Dan kalau bapak dan ibu lihat, yang pakai pakaian oranye di depan KPK, tidak ada yang miskin. Kita lihat LHKPN mereka, hartanya miliaran, punya tanah banyak, mobil banyak,” ujarnya menambahkan.

(Suara.com/Faisal)

Related Posts