Batalyon 123 Gantikan Yonif Raider 502 ke Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Pangdam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi pembina pada kegiatan upacara pelepasan Satgas Yonif Para Raider 502/Ujwala Yudha bertempat di lapangan Makodam XII Tanjungpura, Jalan Arteri Alianyang, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (23/8) sore.

“Sore ini kami secara resmi melepas Batalyon Para Raider 502, mereka bertugas di sektor timur di perbatasan Indonesia-Malaysia, sejak November lalu, jadi inilah akhir penugasan,” kata Pangdam.

Prestasi yang dicapai Yonif 502 berhasil mengamankan senjata rakitan 108 pucuk, munisi 46 butir, granat nanas 3 buah, dari 77 kasus. Sabu-Sabu seberat 31,62 Kilogram, pil ekstacy 1988 butir, dengan keterangan satu kasus. Gula 1 ton, Burung Kacir 700 ekor, Rokok satu dus, dengan keterangan tujuh kasus. Kayu meranti 207 batang dengan dua kasus.

Mayjend TNI Andika Perkasa mengatakan yang menonjol adalah perolehan senjata yang sangat banyak jauh diatas perolehan sektor barat.

“Ini bukan pertandingan sebenarnya, tapi memang harus kita tampilkan untuk merangsang, supaya Batalyon yang menggantikan mereka juga untuk terpacu, paling tidak memperoleh hasil yang tidak jauh, termasuk perolehan dari Narkoba,” katanya.

Mayjend TNI Andika Perkasa berterimakasih atas kerja keras Batalyon 502, yang telah membantu peningkatan keamanan di Kalimantan Barat. Yang menggantikan Batalyon 502 sudah berada di posisi masing-masing, yakni dari Batalyon 123 dari Sumatera Utara khususnya dari Kodam I Tapanuli Selatan.

Dituturkannya, total ada 59 pos, Sektor Barat ada 30 pos, mulai dari Temajuk sampai pos Lawit, untuk sektor timur ada 29 pos.

“Kekuatan 350 sektor timur dan 350 sektor barat, yang mulai tahun depan sudah disetujui peningkatan jumlah menjadi 450 sektor barat 450 sektor timur,” tuturnya.

“Apakah itu cukup, mungkin tidak. Setidaknya peningkatan jumlah ini akan semakin teliti,” lanjutnya

Disinggung dengan 360 Kilometer dari 966 Kilometer panjangnya wilayah perbatasan Kalbar yang belum tersentuh pos penjagaan, Mayjend Andika Perkasa mengatakan sudah ada progres.

“Sudah ada progres di tingkat mabes TNI akan membentuk pos lagi, jadi 360 kilometer di sepanjang Taman Nasional Betung Kerihun ini rencananya juga akan dibangun pos. Masalahnya kita tidak ingin secara sepihak, kemudian pihak lain komplain karena ini berhubungan dengan taman nasional yang boleh dibangun pos, tapi kalau kita hanya patroli tidak bisa, kita harus mendirikan berarti harus ada pembukaan, itulah proses administrasi tidak terlalu membutuhkan waktu, sudah ada proses dan kemajuannya,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

Related Posts