Tak Juga Diberangkatkan Umroh, Bos Assyifa Mandiri Dipolisikan

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Sejumlah agen dan calon jemaah Kafilah Rindu Kabah melaporkan pimpinan PT. Assyifa Mandiri Wisata, Ali Zainal Abidin, ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri, Selasa (5/9). Ali dilaporkan lantaran tidak kunjung memberangkatkan ribuan jemaah yang sudah membayar biaya umroh.

“Kami selalu dijanjikan. Tapi sampai hari ini tetap (tidak diberangkatkan). Akhirnya kita berkoordinasi sesama agen dan antar jemaah. Dari hasil koordinasi kita sepakat melaporkan ustadz Ali,” kata Herman di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Selasa (5/9).

Herman menambahkan sebelumnya sudah ada beberapa jemaah yang laporkan persoalan ini ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya, namun hingga saat ini belum ada respon.

Itu sebabnya, mereka datang lagi ke Bareskrim Polri untuk menanyakan laporan terdahulu sekaligus akan memasukkan laporan baru lagi. Sebab, sebelumnya yang melapor hanya sebagian jemaah.

Herman menyebut hingga saat ini, jumlah jemaah yang terdata sebanyak 3.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Awal itu kita disuruh bayar Rp11 juta dan kemudian terakhir Rp22 juta. Itu mendaftar sejak 2 tahun yang lalu,” tutur Herman.

Herman mengatakan terakhir Assyifa Mandiri Wisata memberangkatkan jemaah pada bulan Desember 2015. Sedangkan jemaah lainnya hanya dijanjikan akan berangkat.

“Dia tetap janji dan selalu janji-janji. Katanya nanti akan diberangkatkan bulan ini. Sebelum Idul Adha akan diberangkatkan,” tutur Herman.

“Janjinya itu hampir sama dengan yang dijanjikan First Travel. Kata-katanya sama. Mungkin sudah puluhan kali dia janji,” Herman menambahkan.

Herman mengaku bertemu dengan Ali sekitar tiga bulan yang lalu di salah satu masjid di daerah Kalibata, Jakarta Selatan.

“Dalam pertemuan itu dia juga tetap janji akan memberangkatkan terakhir katanya sebelum Idul Adha,” kata Herman.

(Suara.com/Faisal)

Related Posts