Kalteng Jadikan Pontianak Tolak Ukur Pelayanan Publik

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kota Pontianak menerima kunjungan Benchmarking Diklat Pimpinan tingkat III dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang bertempat di ruang rapat lantai tiga Balai Kota Pontianak, Senin (12/9).

Kunjungan ini dilakukan oleh Pemprov Kalteng tidak terlepas dari alasan mengenai status Kota Pontianak yang saat ini menyandang predikat Kota dengan pelayanan publik terbaik se-Indonesia. Status tersebut didapat oleh Kota Pontianak setelah menerima penghargaan dari Ombudsman RI pada Desember 2016 silam, dengan mengantongi skor tertinggi 98,36.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, menyampaikan beberapa presentasinya mengenai inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak untuk meningkatkan mutu layanan publik. Salah satunya yang menjadi daya tarik dari para peserta kunjungan tersebut adalah pelayanan rumah sakit tanpa kelas milik Kota Pontianak.

“Saya sudah jelaskan, mungkin ada hal yang bisa mereka ambil,” kata Midji.

Ia melanjutkan kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan tekad bersama, agar pelayanan publik di daerah Kalimantan tidak kalah dengan pelayanan yang ada di Jawa dan daerah lain. Selain itu hal ini juga dapat membuat kinerja Aparatur Sipil Negara yang ada di daerah Kalimantan menjadi jauh lebih baik dari daerah lainnya.

Apalagi, katanya dalam beberapa waktu ini telah sering bergulir wacana pemindahan Ibu Kota, dimana Kalimantan merupakan salah satu daerah yang menjadi kandidat kuat lokasi perpindahan tersebut. Hal itulah yang membuat Kalimantan tidak hanya harus siap dari segi geografis, infrastruktur, dan lain sebagainya namun juga harus dipersiapkan dari segi birokrasi.

“Tujuan akhirnya kalau misalnya ibu kota negara dipindah ke kalimantan, dimanapun itu kita mampu mengembannya, paling hanya sedikit persoalan infrastruktur,” jelasnya.

Ketua rombongan kunjungan Benchmarking Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Drs Muchtar MSi, mengatakan kegiatan ini pada dasarnya diharapkan untuk memperluas wawasan, pengetahuan, dan pengalaman para peserta dengan belajar langsung ke daerah lain yang sudah lebih dulu berhasil melaksanakan dalam melaksanakan program unggulan organisasinya.

“Peserta nantinya dapat mempelajari, mengidentifikasi, mengadopsi, dan mengadaptasi keunggulan organisasi untuk dilakukan, dan diterapkan didaerah masing-masing,” ujar Muchtar.

Tolak ukur keberhasilannya sendiri dikatakan Muchtar akan dilihat sampai sejauh mana para peserta diklat ini bisa menerapkan apa-apa yang mereka serap dari kunjungan ini pada instansi ditempatnya bekerja masing-masing.

(Imam/Faisal)

Related Posts