Nasrullah: PCC Obat Daftar ‘G’ yang Tidak Memiliki Izin Produksi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Akhir-akhir ini Indonesia dihebohkan dengan beredarnya Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) yang dampaknya negatif terhadap penggunannya.

Kepala BNNP Kalbar, Brigjend Nasrulah menjelaskan jika Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) yang memiliki pengaruh serupa plakka yakni membuat pengguna seperti mengalami gangguan jiwa merupakan jenis obat keras, atau obat daftar G yang sudah tidak memiliki izin produksi.

“PCC itu bukan Plakka, itu obat keras yang diproduksi suatu perusahaan dan mendapatkan izin, namun kemudian pada tahun 2013, izin beredarnya sudah dicabut karena manfaatnya yang kurang, sehingga tidak boleh beredar lagi,” jelasnya.

Menurutnya, jika obat PCC itu masih ada dan beredar, maka itu obat ilegal, tidak boleh diproduksi dan tidak boleh dikonsumsi.

(Sukardi/Faisal)

Related Posts