Singkawang Susun Memorandum Program dan Coaching Clinic

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Singkawang melakukan penyusunan memorandum program dan Coaching Clinic mengenai rencana pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan (RP2KPKP) Nasional.

Koordinator Kota Program Kota Tanpa Kumuh Kota Singkawang, Zainal Mardan mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya akan mereview dokumen RKPKP yang dibuat pada tahun 2015 dengan dasar RTRW, RDTR, RTBL serta kebijakan lain Kota Singkawang.

“Yang mana didalam kegiatan ini kita libatkan peserta yang berasal dari Pokja PKP yang di SK kan Wali Kota Singkawang,” ujarnya.

Kemudian, ada juga perwakilan dari Konsultan baik dari tingkat Kota Singkawang maupun Provinsi. Sehingga dari kegiatan ini, diharapkan peran aktif daripada Pemda maupun OPD yang terlibat didalam kegiatan supaya bisa mendapatkan hasil yang kompherensif.

Sebenarnya, kata Zainal, data RKPKP yang dibuat sejak tahun 2015, sudah seharusnya setiap tahun harus di review atau ditinjau ulang dalam rangka menormarmatifkan dengan kondisi Kota Singkawang yang sekarang.

“Karena bisa saja dari kawasan yang sebelumnya sudah di SK kan sebagai permukiman kumuh kemungkinan di tahun 2017 sudah ada perubahan,” ungkapnya.

Dimana kawasan permukiman kumuh yang sudah di SK kan Wali Kota Singkawang pada tahun 2016 itu sedikitnya terdapat 4 Kelurahan, antaralain, Sedau, Kuala, Pasiran dan Roban.

Sehingga, dari kegiatan ini nanti diharapkan ada semacam pengurangan kawasan permukiman kumuh di Kota Singkawang yang sudah di SK kan pada tahun 2016 kemarin.

“Kita harapkan kedepannya, karena di tahun 2017 ini Kota Singkawang termasuk dalam program 100 kota yang terpilih sebagai lokasi prioritas penanganan kumuh, dapat mengurangi permukiman kumuh di Kota Singkawang,” harapnya.

(Mizar/Faisal)

Related Posts