Sutarmidji Minta Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Dibawah Dua Hari

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan hari perhubungan nasional yang dipusatkan di Pelindo II Cabang Pontianak, pada Selasa (19/9).

Dalam upacara tersebut, Sutarmidji mengapresiasi saat ini dwiling time atau masa tunggu bongkar muat barang di Pelindo II Pontianak hanya 2,9 hari, yang berarti ini dibawah tiga hari.

Meskipun begitu, Midji ingin prestasi ini ditingkatkan lagi dengan meminta Pelindo II Pontianak bisa melakukan bongkar pasang muatan dibawah 2 hari atau minimal 2 hari di Pelabuhan Dwikora Pontianak.

“Pelabuhan Pontianak ini sebetulnya sudah bagus, 2,9 hari sudah cepat, tapi kalau saya, punya target seharusnya dibawah dua hari, saya yakin Pelindo di Dwikora mampu,” ucapnya usai mengikuti upacara Hari Perhubungan Nasional di Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Hal ini dinilai cukup baik mengingat saat pemerintah pusat menginginkan dwiling time enam hari, di Pontianak sudah 2,9 hari. Akan tetapi, Sutarmidji berujar akan lebih bagus jika bisa di bawah dua hari. Dalam mendukung pelayanan ini, Midji mengatakan tentu harus diikuti dengan sarana dan prasarana yang memadai.

“Kalau di sini, sudah menggunakan IT, sehingga orang di lapangan tidak banyak lagi, tinggal menggunakan kontrol dalam ruangan,” lanjutnya.

Dirinya juga ingin agar jajaran Pelindo II Pontianak terus berinovasi dalam peningkatan pemberian pelayanan, sehingga pelayanan yang diberikan cepat, murah dan selamat.

Sementara itu, soal keluhan waktu operasional angkutan kontainer dari pelabuhan, Midji menjelaskan, saat ini jembatan di jalan Imam Bonjol sedang dalam perbaikan, karena kondisi yang tidak memungkinkan, mau tidak mau jembatan itu dibongkar dan dibangun ulang. Namun dia tidak memungkiri, arus keluar masuk barang memang hanya melewati jalan itu.

“Sudah membahayakan dan dibangun baru. Kemudian jalan A Yani hanya untuk roda empat dan jam tertentu hanya roda empat ke atas, sebenarnya tidak ada hambatan, dan kita maunya pelabuhan itu 24 jam, dan kontainer itu keluar malam saja,” sarannya.

Jika kontainer beroperasi di malam hari, kemacetan di Pontianak menurutnya tidak akan terjadi.

“Kita semua tentu inginkan adanya kelancaran arus barang. Dulu pelabuhan mengeluhkan jam enam sore sudah sepi, sekarang harusnya bisa 24 jam,” pungkasnya.

(Imam/Muh)

Related Posts