Ribuan Warga Ikuti Pawai Taaruf 1 Muharam di Tebas

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Dalam menyambut dan memeriahkan tahun baru 1439 Hijriyah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) kecamatan Tebas, kabupaten Sambas, menggelar pawai taaruf yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang dipusatkan di masjid Al Manar Tebas, pada Kamis (21/9).

Ketua panitia pawai taaruf tahun baru Islam, Nurpalah, mengatakan, terdapat 67 kelompok yang mengikuti pawai taaruf tersebut, terdiri dari kelompok Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), remaja masjid, TPA, serta pelajar SMP dan SMA.

“Dari 67 kelompok itu, peserta pawai taruf kurang lebih berjumlah 2500 orang,” ujar Nurpalah.

Nurpalah mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan mensyiarkan Islam, serta menjalin silaturahmi. Melalui peringatan tahun baru Islam juga dapat menjadikan umat Islam melakukan introspeksi diri, sehingga pada tahun-tahun yang akan datang menjadi lebih baik.

Nurpalah turut menjelaskan, jika pawai taaruf yang dilaksanakan, salah satunya untuk memaknai hijrah, yang dapat dilakukan oleh diri kita sendiri agar menjadi lebih baik dengan meningkatkan keimanan dan keislaman pada diri sendiri serta keluarga.

Ia juga mengungkapkan, PHBI Tebas dalam rangka tahun baru Hijriyah, turut melaksanakan safari dakwah.

“Kegiatan safari dakwah oleh PHBI Tebas, turut dilakukan dengan mendatangi desa-desa sebelum pawai taaruf digelar. Safari dakwah, akan terus dilakukan dengan mendatangi desa yang belum didatangi oleh safari dakwah PHBI Tebas,” kata Nurpalah.

Sementara itu, ketua BKMT kabupaten Sambas, Muazah Al Adawiah, mengatakan, melalui peringatan tahun baru Islam hendaknya menjadi awal untuk melakukan perubahan dalam hal meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

“Apa yang dilakukan oleh PHBI kecamatan Tebas merupakan kegiatan yang positif, melalui kegiatan yang telah digelar memperlihatkan kekompakan dan kerukunan umat Islam, karena secara beramai-ramai berjalan bersama-sama. Ini juga bagian dari dakwah,” kata Muazah.

Muazah yang juga anggota DPRD kabupaten Sambas ini mengemukakan, dalam menyambut tahun baru Islam agar bisa menjadi lebih baik.

“Harapan kita tentu untuk lebih baik lagi dimasa depan, artinya dakwah yang sudah dilakukan agar lebih ditingkatkan, demikian pula dengan pengajian juga ditingkatkan. Kualias keimanan kita juga harus lebih baik dari tahun lalu. Di bulan Muharam ini kita lebih banyak meningkatkan ibadah,” katanya.

Muazah menyebutkan, jika tahun baru Islam diawali oleh hijrahnya Nabi Muhamad ke kota Madinah dari kota Mekah.

“Oleh karena itu, memperingati tahun baru Islam hakikatnya sama dengan mengenang kembali pindahnya Nabi Muhamad, yang tentu tujuan perpindahan tersebut agar menjadi lebih baik, demikian juga dengan makna dalam kita memperingati tahun baru hijrah. Supaya jalan hidup kita sebagai umat Islam pada tahun 1439 menjadi lebih baik dari tahun 1438,” jelas Muazah.

(Gindra/Muh)

Related Posts