PSP-IG Untan dan PPIDS UGM Gelar Bimtek Pembentukan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kalbar

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Sebagai upaya untuk terus mendukung Pemerintah dalam merealisasikan kebijakan satu peta (KSP), one map policy, khususnya dalam lingkup Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Pusat Studi Pengembangan Informasi Geospasial (PSP-IG) Universitas Tanjungpura (Untan), bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) mengadakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pembentukan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kalimantan Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 September 2017 di aula Magister Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian Untan ini dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat.

Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber Heri Priyanto, ST. MT. (PSP-IG Untan), Heri Sutanta, ST., M.Sc., Ph.D (PPIDS UGM) dan Dr. Diyono, ST., MT. (PPIDS UGM), serta Drs. Mustafa Lutfi., M.Si. (Kepala UPT Data dan Statistik Pembangunan Bappeda Provinsi Kalimantan Barat) Sebagai keynote speaker.

Dalam kata sambutannya, DR. Ir. Radian, M.Sc. selaku  Dekan Fakultas Pertanian Untan, menyampaikan bahwa informasi geospasial sangat bermanfaat di berbagai bidang, mulai dari bidang kesehatan, pertanian hingga pelayanan publik.

Oleh karena itulah, kebijakan satu peta (KSP), yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Perpres No. 9 Tahun 2016 merupakan kebijakan pemerintah yang sangat perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk Perguruan Tinggi, karena berbasis pada kesadaran geospasial tingkat tinggi dari Bapak Presiden.

Oleh karena itulah, atas nama Untan, dirinya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PSP-IG Untan yang cukup intensif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan terkait penyelenggaraan KSP di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh kebijakan satu peta (KSP) yang merupakan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam persebaran informasi geospasial.

Peran data dan informasi geospasial dalam perencanaan pembangunan yaitu basisdata sebagai dasar perencanaan pembangunan melalui pendekatan kewilayahan, melalui simpul jaringan, OPD dapat berbagi pakai data maupun informasi geospasial untuk perencanaan pembangunan.

Kepala UPT Data dan Statistik Pembangunan Bappeda Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa Bappeda Provinsi Kalimantan Barat telah memiliki Geoportal Informasi Geospasial hasil kerjasama antara BIG (Badan Informasi Geospasial dengan PSP-IG Untan, dan mendorong OPD se-Kalimantan Barat untuk membentuk simpul jaringan di Kabupaten/Kota-nya masing-masing.

Menurut Ketua PSP-IG Untan, Heri Priyanto, ST.,MT, selain bertujuan untuk menyamakan persepsi antar OPD tentang Simpul Jaringan Informasi Geospasial, juga menghasilkan luaran berupa peta jalan (roadmap) pembentukan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Provinsi Kalimantan Barat, di mana hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Barat No. 92 tahun 2015 tentang Jaringan Data Geospasial Daerah (JDGD) Provinsi Kalbar.

Foto: Para peserta kegiatan Bimbingan Teknis Pembentukan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kalimantan Barat/Istimewa

 

Foto: Para peserta Bimbingan Teknis Pembentukan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kalimantan Barat/Istimewa

(R/Faisal)

Related Posts