Sabu di Lapas, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalbar Pastikan Jajarannya Tak Terlibat

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Setelah Badan Narkotika (BNN) Provinsi Kalimantan Barat berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu yang dikendalikan oleh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pontianak.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalimantan Barat, Rochadi Iman Santoso memastikan tidak ada jajarannya yang terlibat dalam kasus ini, kemudian dirinya bersikap tegas kepada seluruh warga binaan Lapas maupun Rumah Tahanan (Rutan), serta seluruh jajaran Kemenkumham Kalbar yang terlibat.

“Kita semua berusaha untuk negeri ini, saya juga tidak pandang bulu, apabila ada pegawai saya yang melanggar kode etik, ditindak,” tegasnya, Senin (25/9).

Dirinya memastikan, kedua warga binaan Lapas Klas II A Pontianak tersebut terlibat dalam dua kilogram sabu yang di amankan oleh BNN Provinsi Kalbar.

“Tadi sudah kita gelar dan musnahkan barang bukti narkobanya, memang benar dua napi terlibat dalam kasus dua kilogram tersebut,” katanya.

Terkait alat penggunaan alat komunikasi di Lapas, dirinya menuturkan, Tidak semuanya yang menggunakan alat komunikasi untuk jaringan yang beginian (Narkotika-red), ada juga yang digunakan untuk menelpon keluarganya, kangen anak istri.

“Bisa saja, dia meminjam dengan temannya yang memiliki handphone yang digunakan untuk menelpon keluarga. Kedepan, kami akan mencoba membuat seperti telepon umum. Sekaligus untuk meminimalisir penggunaan handphone di Lapas,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

Related Posts