Percetakan di Gang Sentosa Bantah Jadi Tempat Cetak Kaos ‘Ikeh’

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Beredarnya foto mengenai sekelompok remaja yang mengenakan kaos bertema pornografi saat car free day di media sosial menyita perhatian publik Kota Pontianak. Tak sedikit yang menyanyangkan kelakuan pada remaja tersebut di depan publik yang juga banyak terdapat anak-anak.

Thetanjungpuratimes.com kemudian mendapatkan informasi bahwa kaos tersebut dicetak salah satu toko percetakan yang ada di jalan Putri Candramidi Gang Sentosa. Saat didatangi, wartawan langsung disambut oleh pria berperawakan bule yang kemudian mengenalkan dirinya bernama Ozie.

Ozie diketahui berperan sebagai desain grafis di percetakan tersebut. Saat ditanyai mengenai perihal kaos pornografi Ikeh 69, ia mengaku sudah mengetahuinya. Namun dirinya membantah jika percetakan tempatnya bekerja adalah tempat para remaja tersebut mencetak kaosnya.

“Kita disini lebih ke sablon buat souvenir, kalau kaos malah kita banyak pesan dari luar,” kata Ozie.

Ia juga mengaku ikut membagikan foto tersebut di akun media sosialnya lantaran bingung ada komunitas semacam ini di Pontianak.

Yang menarik, ternyata Ozie yang merupakan warga asli lombok dan baru menetap lima bulan di Pontianak ini menceritakan bahwa di daerah asalnya juga ada komunitas semacam ini. Hanya saja komunitas tersebut mempublikasikan dirinya dengan menggunakan istilah yang hanya dipahami orang-orang tertentu. Mereka juga tidak memakai gambar seperti apa yang dilakukan oleh remaja di car free day tersebut.

“Nama komunitasnya GUSTI, Gerombolan U****, lanjutannya itu nama sekolah. U**** itu bahasa kalau di daerah sana untuk menyebut p****** (istilah wanita tuna susila), tapi kan orang nggak ngerti nama gusti itu apa, biasa aja, cuma anak-anak tertentu yang biasa nongkrong yang ngerti,” jelasnya.

Meskipun begitu dirinya cukup terkejut melihat kelompok remaja ini berani menampilkan dirinya dengan gambar tersebut secara terang-terangan. Ia juga sempat menginfokan kepada wartawan jika mendengar kabar bahwa lokasi pencetakan kaos tersebut ada di daerah kota baru, namun tidak tahu letak pasti.

Secara pribadi ia juga meragukan jika anak-anak tersebut tidak sengaja, ataupun tidak mengerti maksud dari tulisan serta gambar kaos yang mereka kenakan.

“Nggak mungkin lah, jelas gitu kok. Kalau gusti itu tertutup, yang ini malah pakai gambar lagi kan masa nggak tau itu gambar apa,” pungkasnya.

(Imam/Faisal)

Related Posts