Pemerintah Bergerak Cepat di Dalam Era Digitalisasi

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Kubu Raya, Siti Hapsah Roy menyebutkan jika salah satu keseriusan pemerintah untuk bergerak cepat dalam era digitalisasi adalah ditandatanganinya Peraturan Presiden Nomor 74  Tahun 2017 tentang penjajalan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik tahun 2017-2019 pada tanggal 21 Juli 2017 oleh Presiden Joko Widodo.

“Pemerintah memandang perlu untuk mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik, usaha pemula (start up), pengembangan usaha, dan percepatan logistik yang garis besarnya juga telah diserap menjadi roh Paket Kebijaksanaan Ekonomi XIV yang diluncurkan pada bulan November 2016,” katanya, Rabu (27/9).

Siti menambahkan bahwa pihaknya hanya sebatas pada pengendalian terhadap seluruh pengguna frekuensi radio untuk diawasi yang berada diwilayah kerjanya di seluruh Kalimantab Barat.

Pemerintah kata Siti hendak menetapkan acuan “visi 2020” yaitu menjadi negara yang terkemuka dalam ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2020 nanti, dan pemerintah menargetkan bisa tercipta 1000 technopreneurs dengan nilai ekonomi digital mencapai 130 milliar dollar AS pada tahun 2020.

“Ada tujuh isu strategis yang menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi digital yaitu bagaimana mendanai usaha pemula, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan sumber daya manusia, logistik, infrastruktur telekomunikasi dan keamanan siber,” kata Siti.

Munculnya perusahaan aplikasi transportasi tambah Siti sukses menyediakan segala macam layanan bahkan sudah merambah kedunia financial technology (fintech), dan ada juga beberapa toko daring yang berhasil memindahkan jutaan transaksi tradisional masyarakat ke transaksi melalui internet dan aplikasi.

“Kementrian Komunikasi dan Infornatika berusaha keras menumbuhkan seribu technopreneur yang memenuhi kualifikasi untuk diberikan bantuan pendanaan dari pihak lain, dan juga mengejar pertumbuhan 8 juta usaha menengah kecil dan mikro ( UMKM) di seluruh Indonesia sampai tahun 2020,” kata Siti

Dia berharap UMKM inilah yang akan menopang ekonomi nasional dengan kokoh sehingga karenanya harus segera diperkenalkan dengan ekonomi berbasis digital.

“Menurut perhitungan Geoogle Analysis jika berhasil menciptakan 1000 start up digital dengan model bisnis yang inovatif, secara potensial akan ada 13 juta lapangan pekerjaan baru tercipta” pungkasnya.

(Asep/Faisal)

Related Posts