Diklaim Tewas, Gembong Utama ISIS Rilis Rekaman Audio Terbaru

Thetanjungpuratimes.com – Kelompok ektremis ISIS merilis rekaman audio terbaru dari Abu Bakr Al-Baghdadi. Rekaman ini seolah menepis rumor pemimpin ISIS itu telah tewas.

Sebelumnya, pada bulan Mei, dikutip dari The Guardian, Jumat (29/9), pihak Iran dan Rusia mengklaim telah berhasil menewaskan Al-Baghdadi di Deir Ezzor, sebelah timur Suriah.

Klaim itu tidak membuat pemerintah Amerika Serikat, yang menghargai kepala Al-Baghdadi dengan hadiah sebesar 25 juta dolar AS (sekitar Rp334 miliar), percaya begitu saja.

Dan dalam rekaman audio terbaru berdurasi 46 menit yang dirilis via media Al-Furqan, Kamis (28/9) lalu, seakan menjawab keraguan pemerintah Negeri Paman Sam jika Al-Baghdadi sudah terbunuh.

Meski tidak menyebutkan tanggal rekaman itu dibuat, namun dipercayai Al-Baghdadi masih hidup. Pasalnya, dalam rekaman itu Al-Baghdadi menyinggung soal ketegangan hubungan antara Korea Utara dengan AS dan Jepang.

Seperti diketahui, situasi politik antara Korut dan AS saat ini tengah memasuki fase kritis. Kondisi ini menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan ‘menghancur leburkan’ jika negara yang dipimpin Kim Jong Un itu terus melaksanakan program uji coba nuklir.

“Korea Utara kini mengancam Amerika dan Jepang dengan tenaga nuklir dan Amerika, Eropa, dan Rusia sekarang hidup dalam teror…takut akan serangan mujahidin,” demikian salah satu pernyataan Al-Baghdadi dalam rekaman audio terbarunya, dikutip dari The Sun.

Rekaman itu sekaligus jadi penanda kemunculan Al-Baghdadi yang pertama dalam 10 bulan terakhir sejak mengeluarkan seruan kepada kelompoknya untuk terus mempertahankan kota Mosul, yang jadi basis utama ISIS di Irak.

Sebelumnya, pada 10 Juli lalu, Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi, mengklaim kemenangan militer negaranya atas ISIS di Mosul setelah bertempur hampir setahun.

Kota Mosul jatuh ke tangan kelompok radikal ini pada Juli 2014. Di kota itu pulalah Abu Bakr Al-Baghdadi mengangkat diri sebagai khalifah, tepatnya dalam sebuah pidato di Masjid Agung Al-Nuri, yang kini telah dihancurkan oleh ISIS sendiri.

“Para pejuang di Mosul menolak menyerahkan kota dengan tubuh dan darah mereka. Hanya setelah satu tahun bertempur,” kata Al-Baghdadi, dikutip dari The Guardian.

(Suara.com/Faisal)

Related Posts