Dua Tewas, Begini Kronologis Bentrok Pendekar dan Bonek

Surabaya, thetanjungpuratimes.com – Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menyelidiki kasus bentrokan yang mengakibatkan dua orang pendekar meninggal dunia di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (1/10), dini hari.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal menjelaskan bentrokan terjadi antara suporter Persebaya yang akrab disebut Bonekmania dan anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai di Bundaran Margomulyo-Tandes, Surabaya, Sabtu (30/9), malam.

“Kelompok perguruan silat ini ada kegiatan di Gresik, sedangkan bonek baru saja menyaksikan pertandingan Persebaya melawan Persigo Semeru FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Kedua kelompok ini berpapasan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya pada Sabtu malam, sekitar pukul 23.00 WIB,” ujarnya dikutip dari Antara.

Polisi berhasil membubarkan bentrok saat massa bonek dan sejumlah anggota perguruan silat ini bersinggungan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya.

Namun, ternyata massa bonek melakukan penghadangan terhadap iring-iringan anggota perguruan silat saat melintas di Jalan Raya Balongsari Surabaya.

“Saat itu sudah pukul 00.30, Minggu dini hari. Massa bonek membakar satu unit sepeda motor yang menyebabkan dua orang anggota perguruan silat meninggal dunia,” katanya.

Dua korban tersebut diketahui bernama Eko Ristanto (25), warga Tlogorejo, Kepuh Baru, Bojonegoro, serta Aris, usia 20 tahun, warga Simorejosari, Bojonegoro.

Iqbal menyatakan sedang melakukan penyelidikan perkara ini.

(Suara.com/Faisal)

Related Posts