Napi Rutan Putussibau Jadi Pekerja

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Putussibau, Mulyoko, akan rutin membawa Narapidana (Napi) keluar rutan. Bukan untuk membiarkan Napi berkeliaran bebas, namun untuk menggarap sebuah lokasi perkebunan yang ada di luar Rutan.

“Jadi beberapa Napi yang laki-laki saya bawa keluar untuk berkebun. Sudah ada pembukaan lahannya sekarang, tidak terlalu jauh dari Rutan ini,” kata Mulyoko, Senin (2/10).

Napi yang berkebun tersebut, kata Mulyoko, tidak semuanya. Hanya napi yang sudah menjalani separuh dari masa sangsi pidananya.

“Mereka ini ditentukan bersama Tim Rutan Putussibau,” kata Karutan.

Para napi tersebut akan berkebun tanaman padi, jagung dan sayuran. Hasil dari perkebunan itu akan dibagi-bagi. Sebanyak 15 persen untuk kas negara (Pendapatan Negara Bukan Pajak), 50 persennya biaya operasional sedangkan 35 persennya untuk pekerja atau napi.

“Bagi hasil ini ada aturannya dari BPK,” kata dia.

Bagi napi perempuan, kata Mulyoko, ada pekerjaan menganyam. Dari pekerjaan itu para napi tersebut mendapatkan upah.

“Napi perempuan sekitar 10 orang, mereka ada pekerjaan menganyam yang mentornya adalah ibu Sange. Ibu Sange ini yang memberi upah ke para napi itu,” paparnya.

Hasil yang Napi peroleh nantinya tidak berbentuk uang, bisa berupa tabungan.

“Jadi Napi itu walau jalani hukuman di Rutan, mereka ada penghasilan,” ujarnya.

(Yohanes/Muh)

Related Posts