Rencana Pembangunan Jembatan, Dinas PUPR Sambas Gelar Konsultasi Publik

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Sebagai tindak lanjut dari rencana pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar, yang telah digagas oleh tim penggagas jembatan Mensere Segarau sejak 2005 silam itu dilakukan konsultasi publik dengan menghadirkan warga dari kecamatan Tebas, Semparuk, Tekarang dan kecamatan Jawai Selatan.

Kegiatan yang digelar di gedung pusat kegiatan guru di komplek SDN 2 Tebas, dilakukan oleh Dinas PUPR kabupaten Sambas selaku pemrakarsa proyek pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar.

Konsultasi publik menurut sekretaris Dinas PUPR kabupaten Sambas, Joni Asri bertujuan menyerap aspirasi publik terkait rencana pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar.

“Konsultasi publik dilakukan melakukan penyusunan dokumen AMDAL, terkait rencana pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar,” ujar Joni, Selasa (3/10).

Untuk itu dirinya berharap agar apa yang akan di akukan mendapat dukungan dari masyarakat dengan menyampaikan aspirasi terhadap rencana tersebut.

Konsultasi publik yang digelar tersebut disambut baik oleh salah satu masyarakat penggagas jembatan Mensere-Segarau, Jamiat Jupri.

Ia menyebutkan dengan adanya konsultasi publik yang telah dilakukan, merupakan hal yang benar-benar ditunggu untuk pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar.

“Konsultasi publik yang digelar, benar-benar transparan, dan memang ini yang kita tunggu sejak lama,” ujar Jamiat.

Selaku penggagas jembatan Mensere Segarau, Jamiat menegaskan bahwa lokasi pembangunan jembatan Sungai Sambas di desa Mensere-Segarau kecamatan Tebas sudah sangat siap. Kesiapan tersebut menurut anggota DPRD Sambas periode 2009-2014 ini, dengan penyerahan lahan oleh masyarakat untuk pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar.

“Sedangkan untuk akses jalan juga sudah ada, sehingga ketika pembangunan jembatan Sungai akan dilakukan. Tidak perlu lagi mencari lahan untuk lokasi pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar,” katanya.

Dikemukakannya, usulan pembangunan jembatan Mensere-Segarau, yang dilakukan oleh tim penggagas pada tahun 2005 dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Turut dikemukakan oleh Jamiat, jika pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar dilakukan di Mensere-Segarau. Dermaga Tebas Kuala masih bisa tetap digunakan, terutama untuk jangka panjang.

“Karena kendaraan semakin hari semakin banyak, maka bisa saja untuk kedepannya dermaga tersebut digunakan untuk kendaraan yang membawa beban yang berat. Seperti di Pontianak misalnya, kendaraan yang membawa muatan berat diarahkan menggunakan penyeberangan kapal fery. Demikian juga nantinya untuk dermaga Tebas Kuala-Perigi Piai,” terang Jamiat.

Namun demikian lanjutnya, dalam penyusunan AMDAL yang akan di lakukan. Ia bersama penggagas jembatan Sungai Sambas Besar, tetap mendukung pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar.

Kesiapan dan dukungan terhadap pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar, juga disampaikan oleh Kepala desa Segarau Parit kecamatan Tebas, Surianto.

Ia mengungkapkan, kesiapan desa Segarau Parit sudah sejak awal mendukung pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar.

“Dukungan kami berupa penyerahan lahan untuk lokasi jembatan, tanpa ada penggantian atas lahan yang akan d gunakan untuk pembangunan jembatan tersebut,” katanya.

Untuk itu dirinya mengharapkan pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar dilakukan di lokasi desa Segarau dan Mensere.

“Mensere-Segarau siap sebagai lokasi pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar, sejak awal wacana pembangunan jembatan,” katanya.

(Gindra/Faisal)

Related Posts