Polres Sambas Berhasil Amankan Satu Ton Lebih Gula Malaysia Saat Operasi Libas

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kepolisian Resort Sambas selama operasi Lintas Batas (Libas) yang digelar di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia berhasil mengamankan 1 ton lebih gula pasir, beras serta ratusan kaleng minuman keras
(Miras) dari negara tetangga, Malaysia.

Dalam operasi ini juga, Polres Sambas turut melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang selama pelaksanaan Operasi Libas Kapuas 2017.

Disebutkan oleh Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadiprabowo, melalui Kabag Ops, Kompol Jajang menyebutkan jika selama operasi Libas dilaksanakan menyasar barang-barang dari luar negeri yang masuk secara ilegal ke wilayah hukum Polres Sambas.

“Tidak hanya barang-barang makanan maupun minuman, selama kegiatan Libas juga turut menyasar aktivitas pengiriman tenaga kerja yang juga
dilakukan secara ilegal. Namun selama operasi Libas belum menemukan aktivitas human trafficking,” ujarnya, Rabu (4/10).

Hanya saja, katanya ada beberapa kegiatan memasukan barang luar
negeri secara illegal yang terdapat sekitar sembilan kasus dalam lima hari pelaksanaan Ope Libas 2017 di wilayah hukum Polres Sambas yang saat ini kasus tersebut masih ditindaklanjutinya.

Dijelaskannya, jika modus hasil pemeriksaan sementara, para pelaku ini mengumpulkan barang-barang dari negara luar, kemudian dijual ke beberapa wilayah di Sambas bahkan sampai ke Singkawang.

“Barang-barang tersebut didapatkan dengan cara mengumpulkan dari masyarakat perbatasan yang mendapatkan fasilitas fiskal. Secara khusus untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dari Malaysia,” jelasnya.

Namun dalam kenyataannya, barang-barang tersebut keluar dari wilayah yang telah ditentukan bahkan sampai ke Singkawang.

jajang mengimbau kepada masyarakat agar jangan terpengaruh dengan murahnya harga barang yang masuk secara illegal jika dibanding dengan produk dalam negeri, karena barang yang masuk ke Indonesia tidak sesuai prosedur, sedangkan dari sisi kandungan juga tidak diketahui apa kandungannya.

“Sesuai aturan, barang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia harus melewati prosedur. Sementara barang yang masuk secara illegal, belum
melewati pemeriksaan, sehingga kita tak mengetahui kandungan dalam makanan atau minuman tersebut. Artinya masyarakat sebagai konsumen harus pintar memilah, dan memilih jika berbelanja barang-barang yang dikonsumsi,” katanya.

Sementara Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Raden Real Mahendra menyebutkan barang bukti yang telah diamankan Polres Sambas serta Polsek jajaran diantaranya minuman keras sebanyak 243 kaleng, gula pasir sebanyak 1022 kilogram, beras 280 kilogram, 17 liter minyak sayur, selain itu diamankan pula tujuh unit sepeda motor dan sembilan orang pelaku dengan sembilan kasus.

“Saat ini, kasusnya terus berjalan. Hanya saja, untuk pelakunya tak dilakukan penahanan. Sementara untuk barang bukti saat ini di Mapolres Sambas serta di Mapolsek jajaran,” katanya.

Para pelaku, sementara ini didakwa melanggar Undang Undang Perlindungan Konsumen, dan atau Undang-Undang pangan khusus untuk gula dan beras.

“Kalau untuk barang bukti minuman keras, melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 3 Tahun 2009,” katanya.

(Gindra/Faisal)

Related Posts