Sipir Rutan Klas II B Putussibau Pernah Temukan Bong dan Kantong Klip saat Razia Napi

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menjadi salah satu target penyebaran Narkoba. Hal ini menjadi perhatian serius pihak Rutan Klas IIB Putussibau.

Kepala Rutan Putussibau, Mulyoko, menuturkan, pihaknya rutin melakukan razia, dimana petugas sipir masuk ke kamar para narapidana (Napi) dan tahanan untuk memeriksa barang-barang.

“Kami tetap monitor terkait narkoba itu, petugas sipir kami kadang-kadang razia,” tuturnya, Rabu (4/10).

Saat dilakukan razia, pihaknya pernah menemukan satu bong yaitu alat hisap sabu, dan satu plastik klip yang diduga kuat bekas paket sabu. Saat penemuan, kata Mulyoko, pihaknya tidak dapat menemukan siapa yang memiliki, karena banyak Napi dalam satu kamar. Sementars semua adalah pengguna narkoba.

Mulyoko mengaku, pihaknya kesulitan dalam memeriksa barang bawaan pembesuk yang menempel di badan. Terutama yang dibawa pembesuk yang adalah kamum perempuan.

“Kami disini laki-laki semua, jadi yang pria kami bisa periksa barang yang mereka bawa di badan, kalau perempuan susah karena kami tidak ada petugas perempuan yang memeriksa,” ujarnya.

Terkait kemungkinan masuknya paket narkoba kiriman dari Pontianak kepasa para Napi, Mulyoko mengatakan bahwa pihaknya intens komunikasi dengan Satuan Narkoba Polres Kapuas Hulu.

“Dulu pernah ada mereka beri info akan ada paket yang dikirim ke Rutan. Penerimanya di dalam rutan sudah kita awasi, tapi paketnya tidak sampai ke rutan, mungkin yang bawa sudah keduluan ditangkap,” tuturnya.

Dijelaskan Mulyoko, dari 149 napi di rutan putussibau, sekitar 30 persennya adalah napi kasus narkoba. Sehingga perlu diawasi secara ketat.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts