Antisipasi Bentuk-Bentuk Proxy War

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Sebagai kabupaten perbatasan, Kapuas Hulu rentan menjadi sasaran bentuk-bentuk proxy war. Proxy war itu sendiri adalah upaya penghancuran bangsa secara tidak langsung, baik dengan memanfaatkan teknologi ataupun penyelundupan obat-obatan terlarang.

Komandan Kodim 1206/Putussibau, Letkol Inf Mohamad Ibnu Subroto mengatakan, hal yang menjadi ancaman wilayah perbatasan tidak lagi bersifat konvensional atau perang. Namun adalah bentuk-bentuk proxy war.

“Proxy war dari pihak ketiga yang harus diatasi bersama, kami juga fokus ke situ,” tuturnya, Jumat (6/10).

Kata Dandim, proxy war yang nampak adalah sisipan budaya luar yang tak sesuai norma kebangsaan Indonesia, yaitu budaya seks bebas. Selanjutnya adalah penyelundupan Narkoba.

“Penyelundupan Narkoba ini salah satu yang rawan di perbatasan,” tegasnya.

Apabila terus dibiarkan kata Dandim, generasi muda akan semakin hancur. Dengan demikian bangsa Indonesia akan rusak kedepannya.

“Kekuatan negara itu yang terbesar di masyarakat, terutama anak mudanya, kalau sudah rusak kedepan negara akan lemah. Tinggal pertahananlah yang terakhir,” tuturnya.

Sebab itu, Dandim mengajak masyarakat Kapuas Hulu agar tetap menjaga keamanan lingkungan sekitar. Serta jauhi pengaruh buruk seperti Narkoba dan lainnya.

(Yohanes/Faisal)

Related Posts