Polres dan Dishub Razia Pelajar yang Membawa Kendaraan Bermotor

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Polresta Pontianak menggelar razia gabungan bersama Dinas Perhubungan Kota Pontianak di beberapa titik yang berdekatan dengan letak Sekolah Menengah Pertama pada Senin (16/10). Razia ini menargetkan para pelajar SMP yang masih belum cukup umur untuk membuat surat izin agar bisa menggunakan kendaraan bermotor.

Kasat Lantas Polresta Pontianak, Komisaris Polisi (Kompol) Syarifah Salbiah, mengatakan, kegiatan ini sebenarnya sudah rutin mereka lakukan dengan tujuan selain untuk meminimalisir pelanggaran dan indikasi beredarnya motor curian, razia juga dilakukan untuk membiasakan masyarakat dengan sistem e-tilang.

Tapi dengan adanya kejadian pelanggaran kemudian kecelakaan lalu lintas serta temuan banyaknya anak yang dibawah umur baik itu SMP atau SMA yang tidak mempunyai surat izin mengemudi, berboncengan bertiga, dan tidak menggunakan helm, hal ini kemudian lebih digencarkan.

“Beranjak dari itulah hasil analisa kita dari Laka Lantas, terakhir kemarin ada yang kecelakaan di Ampera, yang menyebabkan meninggal dunia satu, luka berat dua dan luka ringan satu, ini sangat fatal,” kata Kompol Salbiah.

Dengan adanya e-tilang ini, dirinya menilai masyarakat terlalu menganggap sepele karena mereka dengan mudah ditilang membayar ke Bank, kemudian sidang lalu bisa mengambil kendaraannya kembali.

Dengan payung hukum yang ada, ia berencana mengkoordinasikan lagi dengan Dishub, Kejaksaan, dan Pengadilan setempat agar sistem penilangan ini bisa dikembalikan seperti dahulu yaitu dengan mereka yang ditilang harus hadir pada persidangan.

“Dia dapat nya kan kertas tilang yang berwarna merah, kalau yang sekarang kan berwarna biru, mereka bayar dendanya lalu bisa ambil BB nya,” ucapnya.

Tidak hanya itu, masa sidang juga akan dibuat lebih lama, bahkan jika perlu masa tunggunya dapat dibuat mencapai selama tiga bulan. Selama itu, kendaraan si pelanggar akan ditahan sebelum kemudian dilakukan sidang. Dengan begitu, hal ini bisa memberikan efek jera bagi si pelanggar.

“Ini baru awal, tetap kita kasi tilang biru, besok harus mengambil barang bukti dengan membawa orang tua, setelah dia membayar denda seperti biasa e-tilang, kemudian besok jam 9, kita undang ke Polresta yaitu orang tua, anak dan guru BK, karena yang terjaring kebanyakan anak yang menggunakan seragam sekolah,” jelasnya.

Kompol Salbiah menuturkan, sebanyak 30 pelajar terjaring dalam razia tersebut. Para pelajar ini bervariasi dan berasal dari berbagai sekolahan. Untuk itu, ia mengimbau kepada para orang tua, terlebih dengan adanya kejadian Laka Lantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka berat pada Jumat lalu, agar tidak memberikan kendaraan kepada anak-anaknya. Apalagi bulan ini, ia akui Pontianak mengalami peningkatan angka kecelakaan yang cukup tinggi.

“Kalau punya waktu antar lah anaknya dan dijemput. Kalau pun tidak ada lebih baik untuk aman dan sehat, lebih baik bersepeda, atau jalan kaki atau memanfaatkan bus sekolah yang ada,” pungkasnya.

(Imam/Muh)

Related Posts