Mayoritas Penderita Gangguan Jiwa di Pontianak Berasal dari Luar Daerah

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dinas Sosial Kota Pontianak pada tahun 2017 ini telah mengamankan 15 orang penderita gangguan jiwa yang ada di jalanan. Jumlah itu lebih sedikit dari tahun lalu yang mencapai 25 orang, juga tahun 2015 yang berjumlah 30 orang.

Kasi Penyandang Disabilitas, Lansia, dan Orang Terlantar Dinas Sosial Kota Pontianak, Oscar Ibrahim, menerangkan, mayoritas penderita gangguan kejiwaan yang diamankan di Pontianak berasal dari kabupaten tetangga, seperti Mempawah dan Kubu Raya.

Bahkan diantaranya ada yang diketahui berasal dari Pulau Jawa. Setelah ditelusuri, ternyata penderita gangguan jiwa yang berasal dari pulau Jawa tadi adalah bekas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

“Kebanyakan¬†depresi dan ada juga droping dari luar daerah,” terangnya pada Selasa (17/10).

Ia melanjutkan, setelah diamankan penderita gangguan jika itu akan mendapat perawatan dengan biaya yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebagian yang memiliki keluarga, dikembalikan ke keluarga mereka.

Tapi sayangnya, ketika petugas pulang, anggota keluarganya yang mengalami gangguan kejiwaan malah kembali tak dipedulikan oleh keluarganya. Hal ini terbukti karena beberapa yang diamankan adalah orang yang sama.

“Perawatan tergantung rumah sakit. Kita serahkan pada keluarga dan mereka terima. Tapi, setelah petugas pulang mereka biarkan kembali yang tidak waras itu,” katanya.

Terakhir pihaknya sempat mengamankan penderita gangguan jiwa yang berulah hingga menyebabkan orang disekitarnya mengalami luka yang cukup serius. Namun ketika diamankan pihaknya menemukan bahwa penderita gangguan jiwa tersebut tidak lepas kontrol sepenuhnya selayaknya penderita yang belum pernah diobati.

“Usut punya usut rupanya penderita tersebut sudah tiga hari tidak diberikan obat oleh keluarganya. Ayahnya ke Mempawah katanya ngurus ibu tirinya yang sakit, dia dirumah sendirian ndak ditinggalkan obat, akhirnya jadi risau dia ndak bisa tidur tiga hari,” tutur Oscar.

Karena itu ia meminta agar keluarga para penderita gangguan jiwa ini peduli pada keadaan anggota keluarganya tersebut.

Menurutnya, ada beberapa orang yang bisa disembuhkan dengan menciptakan lingkungan keluarga yang tak membuat si penderita tertekan serta minum obat yang terus diperhatikan pemberiannya secara rutin.

(Imam/Faisal)

Related Posts