Sengketa Lahan Jembatan Landak, Ahli Waris Bongkar Plang Proyek

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Sekelompok warga membongkar plang proyek pembangunan Jembatan Landak II yang berada di kawasan Pontianak Utara pada Rabu (18/10) siang.

Sekelompok warga tersebut diketahui merupakan ahli waris yang diduga memiliki tanah sekitar proyek pembangunan jembatan ini.

Kuasa hukum para ahli waris tersebut, Budi Harijakto, mengatakan, pembongkaran plang ini dilatarbelakangi sengketa gugatan kepemilikan tanah dibawah jembatan tol landak antara kliennya ini dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Pontianak, serta Badan Pertanahan Nasional.

“Dari pihak pemerintah karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti sertifikat kepemilikan mereka atas tanah tersebut, kita keberatan karena mereka memasang plang proyek pekerjaan disana,” kata Budi.

Ia menjelaskan, kliennya memiliki bukti kepemilikan atas tanah tersebut berupa surat yang dikeluarkan oleh Punggawa Siantan pada tahun 1940. Karena itu, ia menilai seharusnya Pemerintah meminta izin dengan pihak waris sebelum memanfaatkan lahan tersebut sebagai lahan pekerjaan proyek.

“Karena ini kan tanah dari pewaris mereka yaitu Syarif Mahmud bin Umar Alsagaf. Pewaris sudah berkali-kali dengan hormat meminta plang itu dicabut, tapi tidak diindahkan oleh Pemerintah dalam hal ini Cipta Karya. Malah mereka lempar tanggung jawab kepada dinas yang lain,” lanjutnya.

Hal ini kemudian membuat pihak ahli waris kesal hingga mengambil keputusan untuk membongkar plang itu secara mandiri. Dari pihak Pemerintah seperti Camat dan Lurah yang datangpun tidak bisa menyelesaikan hal ini karena kapasitas mereka tidak berada pada posisi yang bisa mengambil keputusan.

“Kan ini sudah ada gugatan, kita tunggulah di pengadilan, kita berunding disana. Jangan seperti ini, bukti kepemilikan dari pemerintah tidak ada, tetapi mereka mau pasang plang,” pungkasnya.

(Imam/Faisal)

Related Posts