Sertifikasi Halal Bakal Tunjang Kebutuhan Wisatawan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa mengatakan, adanya Perda mengenai sertifikasi halal bagi para pelaku usaha akan menunjang kebutuhan para wisatawan domestik maupun dari luar negeri yang datang ke Kota Pontianak.

Ia bercerita pernah satu waktu ada tamu dari Brunei ingin membeli oleh-oleh serta makan makanan ditempat yang menjual masakan khas Kota Pontianak. Namun lantaran tempat tersebut tak memiliki logo halal, tamu itupun mengurungkam niatnya.

“Karena produk halal dan higienis ini memang sudah mendunia dan Indonesia jadi pusatnya. Ini harus disambut baik, makanya kami memfasilitasi dengan membuat perda ini. Itu sebenarnya intinya,” katanya pada Senin (6/11).

Ia mengtakan dalam Perda tersebut juga nantinya akan diatur sanksi kepada para pelaku usaha, terutama kuliner, yang tidak mengurus sertifikasi halal bagi tempat usahanya. Namun sanksi itu masih berupa sanksi administrasi dengan memberikan peringatan berulang yang bisa berujung pada penutupan.

Selain itu, dengan adanya Perda ini nantinya, para pelaku usaha juga tidak boleh asal memasang logo halal. Logo tersebut haruslah logo resmi yang didapat setelah melewati proses kepengurusan sertifikasi halal. Dengan begitu, status halalnya akan diakui oleh negara.

Bebby juga menerangkan hal ini bukan berarti pelaku usaha kuliner Pontianak tidak boleh menjual makanan dengan bahan diluar ketentuan halal.

Hanya saja, ia meminta para pelaku usaha untuk jujur perihal campuran apa saja yang mereka berikan pada produk usahanya sehingga orang menjadi jelas apakah ia bisa memakan hal tersebut atau tidak.

“Ndak ada itu 100 persen halal. Kalau halal ya halal, haram ya haram. Gak ada 70 persennya halal 30 persennya haram. Kami harap pelaku usaha jujur,” tegasnya.

(Imam/Faisal)

Related Posts