Polisi Kawal Warga yang Antre Beli Pupuk

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kelangkaan pupuk bersubsidi yang dialami oleh petani di Kabupaten Sambas menyebabkan sejumlah petani harus mengantre untuk mendapatkan satu karung pupuk bersubsidi. Bahkan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihak kepolisian dari polsek Semparuk menurunkan sejumlah anggota pada Senin (13/11).

Guna mengawal penyaluran pupuk bersubsidi di kecamatan Semparuk tersebut. Selain pihak Kepolisian, anggota TNI juga turut memantau pendistribusian pupuk bersubsidi yang dilakukan disalah satu kios pengecer pupuk bersubsidi.

Kapolsek Semparuk IPTU Samiun, melalui Kanit Shabara Polsek Semparuk, IPDA Bustamsyah menyebutkan pengamanan dilakukan guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

“Kita yakin proses penyaluran pupuk bersubsidi di sini berjalan lancar, akan tetapi guna mengantisipasi kejadian tidak diinginkan. Proses tersebut dilakukan pengawalan,” ucapnya.

Sementara Herman warga Sepinggan, kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas mengatakan, untuk mendapatkan satu karung pupuk bersubsidi harus turut mengantre bersama puluhan petani yang lainnya.

Ia menyebutkan pupuk bersubsidi sangat diperlukan untuk memupuk tanaman padi yang baru beberapa hari ia tanam.

“Lahan pertanian saya tujuh borong (satu hektar lebih), namun hanya dapat satu karung pupuk saja. Tentu tidak cukup,” ujar Herman, Senin (13/11).

Namun demikian ia tetap membeli, walaupun hanya mendapatkan jatah satu karung pupuk bersubsidi.

Herman menjelaskan langkanya pupuk bersubsidi, disebabkan oleh kuota pupuk bersubsidi untuk kabupaten Sambas sudah habis.

“Informasi yang didapat dari kios pengecer tempat membeli pupuk, kuota untuk kabupaten Sambas sudah habis. Jadinya pupuk bersubsidi di kabupaten Sambas, menjadi susah didapatkan,” jelasnya.

Herman menambahkan, tanaman padi yang tidak dipupuk akan mempengaruhi hasil produksi.

“Sangat berbeda sekali jika tanaman padi yang tidak dipupuk, dengan yang ditaburi pupuk. Tanaman yang tidak dipupuk, hasilnya tentu akan kurang memuaskan,” katanya.

Untuk itu Herman berharap agar pemerintah, menambahkan kuota pupuk bersubsidi untuk petani.

“Kami petani sangat berharap, agar kuota pupuk bersubsidi di Sambas bisa ditambah. Agar tanaman padi milik petani bisa menghasilkan sesuai dengan harapan,” tuturnya.

(Gindra/Faisal)

Related Posts