Polres Sambas Limpahkan Kasus Perikanan Kepada Kejaksaan

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Polres Sambas telah melimpahkan perkara tindak pidana perikanan, kepada kejaksaan negeri Sambas dan sudah masuk tahap dua.

Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadiprabowo melalui Wakapolres Sambas, Kompol Jovan R. Sumual mengatakan, saat ini berkas tersangka dengan inisial APRN sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sambas.

“Berkasnya sudah lengkap dan telah kita serahkan kepada Kejaksaan Negeri Sambas, berikut tersangkanya untuk disidangkan,” jelasnya, Rabu (29/11).

Tersangka menurut Wakapolres, diancam dengan hukuman pidana kurungan 6 tahun.

“Sesuai diatur dalam undang-undang nomor 31 tahun 2004, kemudian diubah dengan undang-undang nomor 45 tahun 2011 pada pasal 24 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1, tersangka diancam dengan hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp 1,2 Miliar,” terang Jovan.

Tersangka lanjutnya, diduga melakukan tindak pidana perikanan serta melakukan pencemaran yang berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem sungai.

“Tersangka diduga melakukan tindak pidana, dengan cara menabur bahan kimia jenis sianida. Bahan kimia berbahaya ini ditabur di sungai, setelah itu ikan akan timbul mengambang kemudian diambil untuk dikonsumsi,” paparnya.

Memperdalam kasus tersebut kata Wakapolres, pihaknya telah mendapatkan hasil uji laboratorium dari Baristan, hasilnya sangat mengejutkan.

“Dari dua sampel yang di uji coba di Baristan, pertama air sungai yang diduga telah terkena racun sianida tersebut, kedua hasil tangkapan beberapa jenis ikan yang mati karena terkena racun sianida,” tuturnya.

Dari pemeriksaan dan uji laboratorium Baristan, didapati air sungai yang terkena atau ditaburi sianida oleh tersangka pelaku mengandung bahan kimia sianida dengan jumlah 612 mg/liter.

“Air dari sungai dari lokasi dimana tersangka menaburkan sianida diketahui mengandung 612 mg sianida per liter, sedangkan ikan yang juga di uji di Baristan mengandung sianida dalam jumlah 19,68 mg sianida per kilonya,” bebernya.

Kondisi ini disebut Wakapolres sangat mengkhawatirkan, sehingga aktifitas meracun ikan akan selalu ditindak tegas oleh jajaran Polres Sambas.

“Dari ahli mengatakan kandungan tersebut sangat berbahaya, bukan saja bagi ikan dan ekosistem sungai, tapi juga bagi manusia,” terangnya.

Racun sianida kata Wakapolres awam digunakan oleh para perusak lingkungan, masyarakat mengenal sianida denga sebutan Senait.

“Saya kira kasus racun sianida di Jakarta dulu, telah memberikan gambaran kepada masyarakat betapa berbahayanya bahan kimia tersebut, di Sambas apa yang disebut dengan Senait itu adalah sianida, ini adalah  serapan dari bahasa indonesia, masyarakat kita harus paham Senait adalah sianida atau Cianyde,” jelasnya.

Jovan mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktifitas meracun ikan. Karena selain merugikan lingkungan, namun juga mengancam keselamatan pengkonsumsinya.

“Jangan menangkap ikan dengan cara ilegal dan melanggar hukum seperti menyetrum, menggunakan peledak, menggunakan alat tangkap yang dilarang undang-undang serta dengan cara meracun, jangan sampai kerabat bahkan diri sendiri menjadi korban, karena racun sianida fatal jika sampai dikonsumsi,” tegasnya.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Polres Sambas melalui Polsek Sejangkung berhasil mengamankan tersangka pelaku tindak pidana perikanan. Tindak pidana tersebut dilakukan oleh tersangka di sungai Sajingan Kecil desa Semanga’ kecamatan Sejangkung.

(Gindra/Faisal)

Related Posts