KMKS Minta Penanganan NH Dilakukan Profesional oleh Mabes Polri

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Ketua Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) Deki, berharap kasus dugaan teroris terhadap NH ditangani secara profesional, dan proporsional oleh aparat penegak hukum, karena sebagai warga negara Indonesia menurutnya, wajib mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

“Dalam hal tersebut, kita berharap kepada aparat penegak hukum agar memperhatikan hak-hak dari seorang terduga,” ujar Deki, Kamis (30/11).

Disebutkan dalam penangkapan NH oleh Densus 88 telah mengikuti prosedur dan hal itu demi keamanan negara.

“Namun kita juga ingin agar hak-hak hukum terhadap NH, juga tetap diberikan dan dikedepankan sebelum dia terbukti melakukan tindakan terorisme,” katanya.

Ia juga berharap kepada Mabes Polri agar tidak menggunakan kata terduga teroris kepada NH, karena istilah tersebut mempunyai makna yang tajam, juga akan berdampak kurang baik kepada pihak keluarga NH.

“Dari informasi yang kita dapatkan, terdapat penjelasan dari Mabes Polri bahwa yang bersangkutan tidak terlibat dengan organisasi keras manapun. Dengan demikian kita menganggap NH adalah korban dari media sosial,” terangnya.

Tindak kekerasan yang dilakukan oleh NH lanjutnya tidak ada, dan tidak pernah dilakukan, apalagi selama ini NH dikenal dengan pribadi yang sangat baik dan komunikatif.

“Kita meminta kepada kepolisian, agar NH dapat dilepaskan. Dalam hal ini, KMKS akan terus mengawal proses penyidikan kasus ini agar tidak ada intimidasi terhadap NH. Ini juga merupakan sebuah pembelajaran untuk kita semua, bahwa selalu bijak dalam menggunakan media sosial,” katanya.

(Gindra/Faisal)

Related Posts