Ridwan Kamil: Saya yang Putuskan Calon Wakil Gubernur

Bandung, thetanjungpuratimes.com – Kandidat Calon Gubernur Jawa Barat yang juga Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan punya hak untuk memutuskan sendiri pasangannya sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat. Dia akan maju di Pilgub Jawa Barat 2018.

“Kalau untuk cawagub sendiri, itu kan dasarnya prerogatif diserahkan ke saya. Dan saya bisa memutuskan,” kata Ridwan kamil di Bandung, Sabtu (2/12).

Selama ini partai pengusung Emil di Pilgub Jawa Barat 2018, yakni PPP, PKB dan Partai Golkar telah menyodorkan sejumlah kadernya untuk menjadi pendamping Emil di Pilkada Jawa Barat seperti Uu Ruzhanul Ulum (PPP) dan Daniel Muttaqien Syafiuddin (Partai Golkar) serta Syaiful Hakim (PKB).

Ia mengatakan selama ini partai-partai pengusung di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 menyerahkan pemilihan sosok wakil gubernur kepada dirinya sendiri. Akan tetapi Emil tetap menghargai partai pengusung sehingga akan melibatkan mereka sebelum mengambil keputusan.

“Terlebih, setiap partai pengusung menginginkan kadernya menjadi calon wakil gubernur. Itu kan ada Golkar, PKB, PPP, NasDem. Setiap permintaan satu partai harus diobrolkan pada tim koalisi lain,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, untuk pemilihan kandidat cawagub perlu disepakati bersama-sama dan dirinya memastikan, dalam sepekan mendatang dirinya akan memanggil setiap calon wakil gubernur yang diusulkan partai.

“Jadi dari satu pekan ke depan dari sekarang, itu akan dipanggil mereka yang mau jadi wakil,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Ilmu Politik dan Pemerintahan dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf menilai konvensi untuk menentukan kandidat calon wakil gubernur (cawagub) untuk M Ridwan Kamil atau Emil di Pilgub Jawa Barat 2018 kurang tepat.

“Kalau menurut saya pelaksanaan konvensi tidak ada jaminan akan menghasilkan calon terbaik. Adanya intervensi dari partai politik pengusung bisa menghasilkan kandidat terpilih yang tidak sesuai harapan dan kebutuhan Emil, juga masyarakat. Bisa enggak dijalankan cukup jujur, terbuka,” kata Asep Warlan Yusuf.

Dia mengatakan rencana konvensi yang dilakukan untuk memilih pendamping Kang Emil di Pilgub Jawa Barat 2018 juga belum tentu menghasilkan kandidat yang dipilih berdasarkan penilaian obyektif.

Menurut dia, idealnya konvensi dilakukan saat partai belum menemukan nama-nama yang akan diusung.

Akan tetapi, kata dia, saat ini partai-partai pengusung Ridwan Kamil sudah mengantongi nama yang akan diusung menjadi calon wakil gubernur.

(Ant/Suara.com/Faisal)

Related Posts