Ini Buntut Pengeroyokan Security Grand Mall Singkawang Terhadap Anggota PP

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum security di salah satu cafe di Grand Mall Singkawang terhadap Rivaldo Satya Arinanto (28) yang merupakan anggota Pemuda Pancasila yang terjadi di area parkir SGM pada Kamis (30/11) dinihari berbuntut panjang.

Pasalnya, pengelola dari salah satu cafe yang ada di Singkawang Grand Mall, Karta Dinata, akan melaporkan balik atas laporan yang dibuat oleh keluarga Rivaldo Satya Arinanto yang merupakan warga jalan Pembangunan, Kelurahan Tengah, Kecamatan Singkawang Barat itu.

“Saya tidak terima karena korban bersama rekan-rekannya telah mendatangi ke kediaman saya di Golden Hawai, dan melakukan pengrusakan kaca di kediaman saya,” katanya, saat ditemui di Polres Singkawang, Senin (4/12).

Dimana kejadian tersebut terjadi setelah ada keributan di halaman parkir Singkawang Grand Mall.

“Saya ke Polres mau melaporkan balik terkait hal itu, karena korban bersama rekan-rekannya diduga melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan di rumah saya,” ujarnya

Atas kejadian itu pula, dia mengaku merasa terganggu karena itu merupakan tempat tinggalnya. Dan Dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut, karena keributan itu berawal dari luar.

“Kalau mau ribut ya ribut saja di luar,” ungkapnya.

Apalagi pada saat keributan dan pengrusakan terjadi, dirinya sedang tidak berada di luar Kota.

“Yang ada di rumah cuma ada karyawan saya,” katanya.

Dia juga menyesalkan, permasalahan pribadi sampai membawa-bawa nama organisasi.

“Harusnya kalau permasalahan pribadi, janganlah dibawa-bawa sampai ke organisasi,” pintanya.

Menurut orang tua Rivaldo, Zulkifli, menyebutkan kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh security dari salah satu cafe yang ada Singkawang Grand Mall bersama dua rekannya itu terjadi karena masalah sepele. Atas peristiwa pengeroyokan tersebut anak lelakinya itu mengalami luka-luka dan sempat dirawat di rumah sakit.

“Pengeroyokan itu terjadi karena masalah sepele yakni hanya antrian portal,” ujarnya.

Atas pengeroyokan itu pula, dirinya sudah membuat laporan ke Polres Singkawang, pada Kamis (30/11) siang.

“Tapi anehnya, hingga sekarang pelaku masih belum ditangkap dan diproses sesuai undang-undang yang berlaku,” ungkapnya.

Padahal, katanya, pelaku sudah jelas. Tapi kenapa sampai sekarang ini belum ada kabar berita mengenai penangkapan terhadap pelaku.

“Untuk itulah saya meminta agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” pintanya.

Secara terpisah, Ketua Pemuda Pancasila Singkawang, M Sumarno meminta kepada kepolisian untuk segera menangkap dan memproses pelaku pengeroyokan tersebut.

Dirinya tidak mau, dikarenakan belum ditangkap kejadian ini bisa melebar lantaran korban saat ini juga merupakan anggota Pemuda Pancasila Singkawang.

“Kita minta pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum jangan sampai kejadian serupa (pengeroyokan) terjadi lagi di kemudian hari,” katanya.

Dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena kalaupun korban bersalah, seharusnya security yang bersangkutan tidak boleh main hakim sendiri.

“Minimal dikasi tahu atau ditegur, bukan dengan cara memukul apalagi sampai main keroyokan,” ujarnya.

Mengingat korban juga merupakan anggota Pemuda Pancasila, dia juga meminta agar pelaku meminta maaf secara pribadi kepada Rivaldo dan Pemuda Pancasila Singkawang.

(Mizar/Faisal)

Related Posts